Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti memperkirakan harga BBM atau bahan bakar minyak, akan naik bulan depan seiring pelamahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ambruk di level Rp16.450 per Jumat (21/6). Dia menyebut perhitungan formulasi harga BBM dipengaruhi dua komponen utama yakni nilai tukar dolar AS dan mean of platts Singapore (MOPS) atau acuan harga BBM untuk pasar minyak Asia.
"Jika kita lihat harga rujukan transaksi BBM Indonesia yaitu MOPS, pada Juni ini bergerak di atas rata-rata jika dibandingkan kondisi Mei dan April 2024. BBM bisa naik tergantung suplai dan komponen lain seperti MOPS dan kurs rupiah," ujarnya kepada Media Indonesia, Minggu (23/6).
Yayan menjelaskan berdasarkan laporan The Short-Term Energy Outlook (STEO), harga minyak nentah diprediksikan akan berada di level US$84 per barel untuk tahun ini dan US$85 per barel di 2025. Kebijakan energi AS dikatakan tetap fokus menjaga stabilisasi harga domestik untuk mengendalikan inflasi.
Baca juga : Pertamina Pertahankan Harga BBM di Tengah Kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia
"AS akan tetap menjaga kinerja ekonomi sektor riil dan kemungkinan harga dolar akan semakin menguat ke rupiah hingga akhir tahun," ucapnya.
Menurutnya, dengan melemahnya nilai tukar rupiah akan sangat menganggu kinerja ketahanan energi nasional dalam jangka pendek karena selisih kurs yang tinggi. Pasalnya, kenaikan kurs dolar AS akan berdampak pada biaya logistik, sewa kapal hingga kontainer. Dalam sehari, pemerintah mengimpor BBM sebanyak 600 ribu barel.
"Akan ada pembengkakan pembelian impor karena transaksi nilai tukar lebih mahal. Hal ini akan lebih memberatkan keuangan pemerintah," tegasnya.
Baca juga : Di Tengah Depresiasi Rupiah, SMRA Berharap Keberlanjutan Insentif PPN DTP
Dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menuturkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan komponen penting dalam penentuan harga BBM. Namun, dia belum bisa memastikan apakah pada Juli nanti harga BBM nonsubsidi akan naik atau tidak.
Saat ini kami masih reviu semua komponen tersebut dan pertimbangkan komponen yang ada," kata Irto.
Pada Juni ini, PT Pertamina Patra Niaga memutuskan tidak menaikkan harga pertamax cs, meski harga minyak dunia menunjukkan tren naik dan kurs rupiah melemah. Alasannya, untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian. (Z-10)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, SeninĀ 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Cek kurs Rupiah hari ini, Kamis 29 Januari 2026. Rupiah melemah tajam mendekati Rp16.800 per USD akibat kombinasi sinyal The Fed dan sentimen MSCI. Simak tabel kurs bank lengkap.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Rabu 28 Januari 2026 menguat ke level Rp16.730 per Dolar AS. Cek kurs jual beli USD, SGD, EUR di BCA, Mandiri, dan JISDOR.
Saham RAJA dan RATU sama-sama milik Happy Hapsoro, tapi punya bisnis dan risiko berbeda. Simak perbedaan RAJA vs RATU sebelum investasi.
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku di berbagai SPBU di Indonesia.
Mengutip laporan dari Deutsche Bank harga minyak mentah dunia bahkan diproyeksikan bisa melonjak hingga US$120 per barel.
PEMERINTAH memastikan tekanan global imbas perang Ira-Israel masih dapat dimitgasi. Gejolak yang terjadi pada perekonomian masih dalam batas aman dan belum mengkhawatirkan.
DIREKTUR Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyampaikan bahwa dampak perang Iran vs Israel di Timur Tengah adalah produksi minyak global akan terganggu.
Yose Rizal Damuri menyampaikan bahwa harga dan pasokan minyak dunia bakal bergantung terhadap lamanya perang yang terjadi antara Iran dengan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved