Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN perbankan investasi, Goldman Sachs Group Inc memberikan peringatan mengenai harga minyak mentah Brent yang berpotensi turun di bawah US$40 per barel atau sekitar Rp675 ribu per barel (kurs Rp16.889) dalam skenario ekstrem.
Hal ini seiring meningkatnya tensi perang dagang dan melonjaknya pasokan global di tengah pemangkasan produksi minyak oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC Plus hingga Juni 2026.
“Dalam skenario ekstrem yang mencakup perlambatan ekonomi global dan penghentian penuh pemangkasan produksi OPEC+, kami memperkirakan harga Brent turun di bawah US$40 per barel pada akhir 2026,” tulis analis Goldman Sachs Yulia Grigsby dilansir Bloomberg, Selasa (8/4).
Bukan tanpa sebab skenario tersebut dibuat. Pasar minyak global dilaporkan telah mengalami guncangan dalam beberapa sesi terakhir, menyusul eskalasi perang dagang oleh Pemerintahan AS Donald Trump. Serta, respons dari sejumlah negara termasuk Tiongkok yang meningkatkan risiko resesi dan memperlambat permintaan energi.
Pada Minggu (6/4), harga minyak AS turun tajam di bawah US$60 atau Rp1 juta lebih per barel. Angka ini merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir.
Dalam kondisi ini, sejumlah bank besar seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Societe Generale SA telah merevisi dengan menurunkan proyeksi harga minyak dalam skenario dasar mereka. Serta, menganalisis kemungkinan skenario paling pesimis maupun optimis seperti yang umum dilakukan dalam analisis pasar komoditas.
Dengan asumsi resesi normal di AS serta ekspektasi pasokan yang moderat, para analis Goldman memperkirakan harga Brent akan berada di kisaran US$58 per barel pada Desember tahun ini, dan turun di bawah US$40-50 per barel pada Desember tahun depan.
Saat ini harga minyak Brent tercatat di angka US$65 per barel, rebound setelah sempat menyentuh level terendah. (Bloomberg/H-3)
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Penyaluran Minyakita untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok penting bagi masyarakat.
Meski sempat dipengaruhi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak signifikan menjelang ramadan.
Saham RAJA dan RATU sama-sama milik Happy Hapsoro, tapi punya bisnis dan risiko berbeda. Simak perbedaan RAJA vs RATU sebelum investasi.
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku di berbagai SPBU di Indonesia.
Mengutip laporan dari Deutsche Bank harga minyak mentah dunia bahkan diproyeksikan bisa melonjak hingga US$120 per barel.
PEMERINTAH memastikan tekanan global imbas perang Ira-Israel masih dapat dimitgasi. Gejolak yang terjadi pada perekonomian masih dalam batas aman dan belum mengkhawatirkan.
DIREKTUR Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyampaikan bahwa dampak perang Iran vs Israel di Timur Tengah adalah produksi minyak global akan terganggu.
Yose Rizal Damuri menyampaikan bahwa harga dan pasokan minyak dunia bakal bergantung terhadap lamanya perang yang terjadi antara Iran dengan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved