Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA merupakan produsen telur terbesar kedua di dunia, dengan populasi lebih dari 370 juta ayam petelur, mayoritas di antaranya dibesarkan dalam sistem sangkar.
Dalam sistem intensif ini, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alaminya, seperti melebarkan sayap sepenuhnya, mengais dan mematuk tanah, dan bersarang. Akibat pengurungan yang ekstrem, mereka mengalami tingkat stres dan frustasi yang tinggi dan lebih rentan terhadap penyakit yang menyiksa.
Studi mengenai salmonella yang dilakukan oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa menemukan prevalensi bakteri ini lebih tinggi di peternakan dengan sistem sangkar dibandingkan di peternakan bebas sangkar.
Baca juga : Aktivis Perlindungan Hewan Suarakan Kandang Ayam Petelur
Baru-baru ini, Archipelago International, grup manajemen hotel swasta terbesar di Asia Tenggara yang menaungi 10 merek di Indonesia, dan Dough Lab, perusahaan kukis artisan, mengumumkan kebijakan telur bebas sangkar (cage-free) dalam rantai pasokan.
Dua perusahaan ini mengambil keputusan bebas sangkar setelah dialog yang dilakukan dengan Act for Farmed Animals, inisiatif bersama organisasi non-profit Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal untuk mengurangi penderitaan hewan yang diternakkan serta mendorong pilihan makanan yang lebih bijak, welas asih dan berkelanjutan.
Kebijakan dari Archipelago International dan Dough Lab ini memiliki estimasi dampak positif yang signifikan terhadap ayam petelur. Dough Lab memiliki potensi untuk memberi dampak positif kepada kurang lebih 1.063 ayam petelur. Archipelago International yang memiliki kurang lebih 45 ribu kamar, mampu memberikan dampak positif bagi kurang lebih 150 ribu ayam.
Baca juga : Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur Berhenti Produksi
“Hal ini merupakan pencapaian besar bagi hewan. Perusahaan yang berkomitmen terhadap kebijakan bebas sangkar membawa standar produksi pangan yang lebih tinggi, mendekatkan kita pada masa depan tanpa praktik paling kejam dalam industri peternakan seperti sistem sangkar ini”, ungkap Among Prakosa, Direktur Pelaksana Act for Farmed Animals (AFFA) dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Senin, (10/6).
“Archipelago International menyadari pentingnya kesejahteraan hewan dalam rantai pasok perusahaan. Kebijakan bebas sangkar, merupakan salah satu bentuk dari komitmennya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” bunyi pernyataan resmi Archipelago.
Saat ini, lebih dari 300 komitmen bebas sangkar dari perusahaan telah diterbitkan di Asia dan lebih dari 80 di antaranya perusahaan yang juga beroperasi di Indonesia.
Kami mengundang lebih banyak perusahaan untuk peduli dan memiliki kebijakan yang mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan di rantai pasoknya. Perusahaan dapat mengambil bagian dalam salah satu tren keberlanjutan terbesar dan mempunyai peluang sebagai pionir perlindungan hewan dan ketahanan pangan,” tambah Among. (Z-8)
Terlur mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, vitamin A, D, E, B12, mineral zat besi, fosfor, selenium.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Warga bisa memanfaaatkan bahan pangan lokal yang murah namun kaya nutrisi dan bergizi untuk dimasukan dalam menu sehari-hari.
Agar tetap aman mengonsumsi telur, batasi 1 sampai 2 butir per hari untuk kebanyakan orang sehat, pilih cara masak rebus atau kukus, serta seimbangkan dengan sayur, buah
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Telur merupakan sumber protein hewani yang sudah menjadi pangan pokok dan banyak dikonsumsi masyarakat.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
HAMPIR sepekan harga daging ayam broiler di Kota Sukabumi, Jawa Barat, bertahan di kisaran Rp38 ribu per kilogram.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved