Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
INDONESIA diharapkan bisa menyetujui peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) bitcoin sebagaimana yang telah dilakukan oleh Thailand. Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (Thai SEC) telah menyetujui ETF bitcoin oleh One Asset Management (ONEAM) menjadi yang pertama di negara tersebut.
"Persetujuan ETF bitcoin di Thailand ialah langkah signifikan bagi industri kripto di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa regulator mulai memahami dan mendukung aset digital sebagai bagian integral dari ekosistem keuangan global," kata CEO Indodax Oscar Darmawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/6).
Menurut dia, ETF bitcoin bisa memberikan kesempatan bagi investor untuk memperluas portofolio ke aset digital. Bila Indonesia turut mengadopsi regulasi berkenaan dengan investasi dalam bentuk mata uang kripto, dia meyakini inovasi di sektor keuangan dalam negeri dapat kian berkembang.
Baca juga : Eastspring Indonesia Tambah Tiga Produk Reksa Dana Unggulan
Dengan Thailand yang membuka jalan menyetujui ETF bitcoin, Oscar melihat peluang bagi kerja sama regional dalam hal regulasi dan inovasi teknologi. "Saya berharap negara-negara di Asia Tenggara lain, termasuk Indonesia, dapat mengikuti jejak ini. Kolaborasi regional bisa memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai hub utama untuk teknologi blockchain dan aset digital," ujar dia.
Oscar mengajak para pemangku kepentingan di Indonesia untuk terus berdialog dan bekerja sama dalam mengembangkan ekosistem kripto yang lebih inklusif dan aman. Dia menyatakan Indodax siap menjadi bagian dari solusi ini dengan terus memfasilitasi pertumbuhan industri kripto di Indonesia.
"Kita perlu menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi sekaligus melindungi investor. Di Indonesia sendiri ada yang mirip dengan ETF, yaitu reksa dana. Semoga ke depan di Indonesia juga akan ada reksa dana bitcoin," tutur Oscar.
Oscar juga menyoroti pasar semakin matang dengan adanya ETF bitcoin dan ETF ethereum yang baru disetujui di beberapa negara serta menunjukkan stabilitas dan kematangan pasar kripto saat ini. Hal ini mencerminkan bahwa investasi kripto kini lebih aman dan terjamin bagi investor, terutama dengan dukungan regulasi yang lebih kuat. (Ant/Z-2)
perhatikan legalitas dari platform kripto yang akan kamu gunakan. Jika di Indonesia usahakan menggunakan platform kripto yang terdaftar di Bappebti dan diawasi oleh OJK.
Bitcoin mencapai ATH (All-Time-High) atau harga tertinggi baru di level harga $124.000 dan Ethereum melonjak melewati $4.700 pada 14 Agustus 2025.
Bitcoin (BTC) terus memecahkan rekor harga tertinggi sepanjang masa di bulan Juli 2025. Aset kripto dengan kapitalisasi terbesar itu menyentuh harga US$123.000.
Banyak investor saat ini cenderung bersikap wait and see, menunggu kebijakan suku bunga diturunkan untuk mulai mengalokasikan dana ke altcoin.
Fitur Auto DCA Multiple Asset memungkinkan investor mengalokasikan dana secara proporsional untuk berbagai aset.
Meskipun pasar mengalami tekanan, Bitcoin tetap stabil di angka 104.000 dolar AS.
IIM terus memperluas cakupan dan pendalaman manfaat program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan dampak sosial berkelanjutan.
Pergeseran Perspektif Gen Z Pengaruhi Keputusan Berinvestasi
INDUSTRI reksa dana Indonesia menunjukkan geliat positif sepanjang semester pertama 2025.
PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia, sebuah perusahaan manajemen investasi, secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Standard Chartered Indonesia.
Investor reksa dana mencatatkan pertumbuhan hingga Mei 2025 menjadi 15,6 juta, naik hampir 30% daripada periode sama 2024 sebesar 12,1 juta investor,
Reksa dana indeks dan ETF mengalami pertumbuhan rata-rata total dana kelolaan mencapai 28,90% selama periode 2014–2024.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved