Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SKEMA Full Call Auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir-akhir ini dinilai telah menimbulkan keresahan para investor ritel.
Kepala Departemen Pengaturan Dan Pengembangan Pasar Modal OJK Antonius Hari Prasetyo Moerdianto mengakui bahwa terjadi dinamika pasca pemberlakuan FCA. Seharusnya setiap keputusan BEI, kata dia dibuat guna melindungi investor. Pihaknya pun kini tengah mencermati seberapa banyak investor yang menolak metode tersebut.
Sementara, praktisi pasar modal Onggowijaya menilai bahwa FCA hampir sama dengan judi yang mempertaruhkan keberuntungan. Padahal, kata dia, prinsip dasar bursa efek adalah keterbukaan informasi dan adanya supply demand.
Baca juga : IHSG Jumat 17 Mei : Berpeluang menguat Seiring Sentimen Domestik dan Global
"Bukan ketertutupan informasi. Dalam skema FCA, investor tidak akan pernah tahu terlebih dahulu berapa jumlah lot pada bid offer pada setiap fraksi harga, dan pada setiap jam tiba-tiba terbentuk lah suatu harga berdasarkan volume terbanyak. Siapa yang memiliki ide seperti ini?" ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/6/)
Ia mengatakan, apabila investor tidak tahu berapa jumlah lot supply dan demand pada fraksi harga saham, maka artinya pasti ada pihak yang tahu jumlah lot pada bid offer tersebut pada sistem. Onggo, sapaannya, mempertanyakan siapa pihak yang bisa mengakses sistem dan kepada siapa informasi jumlah lot yang tidak terlihat itu diinformasikan.
"Tentu ini menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya besar karena sistem itu adalah buatan manusia, jika dikatakan untuk melindungi investor, maka investor yang mana yang dilindungi? Kalau harga naik tidak masalah tetapi jika harga tiba-tiba minus 10% tanpa investor tahu berapa jumlah penawaran dan permintaan tentu ini menjadi pertanyaan siapa sesungguhnya yang dilindungi?" kata dia.
Baca juga : BEI: Perdagangan Bursa Libur di Hari Pencoblosan Pemilu 2024
"Dan yang lucu adalah pertanyaan apakah sebagian atau seluruh investor yang menolak FCA ini, apakah mungkin seluruh investor menolak FCA? Ini sungguh pertanyaan yang keliru," imbuh Onggo.
Ia memandang, skema FCA meniadakan keterbukaan informasi jumlah supply demand lot pada setiap fraksi harga yang seharusnya diketahui oleh setiap investor. BEI dengan skema FCA ini, kata dia justru menerapkan ketertutupan informasi jumlah lot supply dan demand. Sehingga, lanjutnya, investor pada saat akan membeli dan menjual hanya menebak-nebak akan membeli atau menjual di harga 10% dari harga penutupan sehari sebelumnya.
"Ini kan seperti judi tebak-tebakan, sejak kapan BEI mulai berpikir ke arah tebak-tebakan dan untung-untungan? Sungguh tidak fair bagi investor. Dengan skema FCA ini seharusnya sudah dapat menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menyelidiki skema FCA ini dan dikaitkan dengan penerimaan pajak negara," jelas Onggo .
Baca juga : Merger Global Mediacom dan Media Nusantara Citra Belum Tunjukkan Hasil
Onggo juga sependapat dengan pernyataan mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud yang menilai FCA seperti order rahasia.
"Jika seperti order rahasia maka artinya ada pihak yang diuntungkan, siapa yang diuntungkan dengan skema FCA ini? Atau kah bisa juga dikualifisir sebagai manipulasi harga saham?" papar Onggo.
"Kami akan segera menyurati Kejaksaan Agung, Bareskrim Mabes Polri dan OJK untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pejabat-pejabat BEI karena skema FCA ini sangat kuat indikasi merugikan investor dan negara, nanti akan kami sertakan bukti-bukti dan penjelasannya secara rinci," imbuhnya. (Z-8)
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Hasil rebalancing MSCI Februari 2026 resmi dirilis. INDF turun kelas ke Small Cap, sementara ACES dan CLEO keluar dari indeks. Cek jadwal efektifnya
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan 22 pengusaha besar anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Rabu (11/2) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/2/2026) pagi dibuka menguat 21,05 poin atau 0,29 persen. Simak analisis pasar dan pergerakan indeks LQ45 di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved