Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kembali membanggakan neraca perdagangan nasional yang terus menunjukkan tren positif. Surplus selama 48 bulan menurutnya patut diapresiasi karena membantu menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kita juga syukuri triwulan pertama kemarin ekonomi kita tumbuh 5,11%. Kita selalu surplus neraca perdagangan. Tren suplus sudah berlangsung selama 48 bulan. Terus-menerus surplus. Bulan ini kita kembali surplus US$35,6 miliar," ujar Zulkifli di Jakarta, Jumat (31/5).
Tren surplus neraca perdagangan Indonesia, kata Zulhas, ternyata mendapat perhatian negara lain. Salah satunya adalah Tiongkok yang merupakan mitra dagang Indonesia.
"Kemarin Ketika saya di APEC, Menteri Perdagangan Tiongkok bilang tidak lama lagi Indonesia menjadi negara maju. Tapi ujung-ujungnya dia bilang jangan terlalu patuh sama barat. Barat tidak mau kita lebih baik dari mereka," ucapnya.
Zulhas memastikan, di bawah pemerintahan baru Prabowo-Gibran, pemerintah bakal terus menjaga surplus neraca perdagangan. Ia mengatakan Prabowo memiliki komitmen yang sama dengan Presiden Joko Widodo untuk mencapai visi Indonesia Emas di 2045. (Z-11)
NERACA perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Mei 2025 sebesar US$4,30 miliar.
Dengan konsumsi masyarakat Kabupaten Mukomuko, lanjut dia, yang hanya 20 ribu ton per tahun, maka terdapat surplus sekitar 20 ribu ton beras.
Realisasi pendapatan negara per April 2025 mencapai Rp810,5 triliun atau setara 27% dari target APBN 2025.
KUASA Hukum Tom Lembong, Zaid Mushafi menilai kebijakan impor raw sugar alias gula kristal mentah yang kala itu diterbitkan oleh Tom Lembong bukan sebuah masalah.
Kinerja ekspor nonmigas mendominasi dengan 98,34% dari total perdagangan luar negeri, pada Januari 2025.
Neraca perdagangan barang Indonesia pada September 2024 mengalami surplus US$3,26 miliar. Nilai surplus tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat US$2,78 miliar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2025 mencapai 5,45%, menandai momentum pembalikan arah ekonomi yang solid.
IHSG mencetak sejarah baru (All Time High) di level 8.859, mengabaikan tensi geopolitik global berkat solidnya data neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar AS.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved