Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) merilis laporan keuangan Kuartal I 2024 dengan pendapatan sebesar Rp255,6 miliar. Pendapatan tersebut menurun 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yakni sebesar Rp260,3 miliar.
Sekretaris Perusahaan PJAA Agung Praptono mengaku, penurunan pendapatan ini dipengaruhi oleh pergeseran bulan Ramadan yang lebih cepat setiap tahunnya.
“Kalender Bulan Maret tahun ini hampir 70 persen merupakan bulan Ramadan, di mana karakter pada bulan puasa akan terjadi tren penurunan kunjungan wisatawan," kata Agung dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/5).
Baca juga : Ekonomi Global Menantang, Harita Nickel Catat Pendapatan Kuartal I Naik 26%
Di saat yang sama, Ancol juga melakukan belanja operasi lebih besar untuk persiapan menyambut peak season libur Lebaran untuk meningkatkan kualitas pengalaman liburan pengunjung.
"Hal ini tentu membawa konsekuensi peningkatan biaya yang mempengaruhi pencapaian laba Perusahaan di Kuartal I - 2024 ini,” ujarnya.
Namun, Agung mengaku optimistis pendapatan pada semester I 2024 akan tergambar lebih baik. Sebab, manajemen berkomitmen untuk mengendalikan beban operasional dan pendapatan operasional (BOPO).
Diketahui, PJAA membukukan laba bersih senilai Rp235,17 miliar selama tahun 2023. Angka ini naik 52,48 persen dibanding tahun 2022.
Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp1.273,83 miliar, naik 32,98 persen dibandingkan periode sama tahun 2022. Laba per saham dasar juga meningkat 52,48 persen dari Rp96 di tahun 2022 menjadi Rp147 di tahun 2023. (Z-6)
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
Diagnos menyampaikan performa keuangan pada kuartal III 2025 terdapat koreksi pendapatan sebesar 2% secara year-on-year (YoY) apabila dibandingkan dengan kuartal III 2024.
Perusahaan fokus pada penguatan rantai distribusi, peningkatan efisiensi operasional, serta kemitraan strategis.
PT Newport Marine Services Tbk (BOAT), perusahaan pelayaran nasional yang bergerak di jasa kelautan untuk sektor minyak dan gas bumi (migas), mencatatkan kinerja keuangan yang kuat.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat kinerja keuangan solid hingga kuartal III 2025 dengan pendapatan sebesar Rp4,12 triliun atau tumbuh 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
SEPANJANG semester pertama 2025, PT Venteny Fortuna International Tbk mencatatkan total pendapatan sebesar Rp104,0 miliar. Pendapatan ini mengalami peningkatan sebesar 18,3%.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Arah pembangunan ke depan harus seiring dengan penataan ulang kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Komitmen ini menjadi penting sehingga memiliki persepsi publik yang kuat dan rekam jejak positif di kalangan masyarakat luas.
Isu pendidikan juga menjadi catatan Menko Polkam, di mana terdapat aspirasi masyarakat untuk memiliki perguruan tinggi, spesifiknya kehadiran cabang Universitas Cenderawasih (UNCEN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved