Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN masyarakat akan kota terpadu berfasilitas lengkap semakin tinggi. Tidak hanya di Pulau Jawa, kini kota terpadu yang mandiri juga dibutuhkan di kota-kota lain di luar Pulau Jawa.
Pun tidak terkecuali di Kota Makssar, Ibu Kota Sulawesi Selatan. Makassar sebagai gerbang Indonesia bagian timur memiliki posisi strategis untuk pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh berbagai sektor mulai dari infrastruktur, transportasi, daya tarik wisata hingga dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan.
Melihat potensi tersebut PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) pun terus berupaya mengembangkan kawasan Summarecon Mutiara Makassar untuk menjadi sebuah kota terpadu di wilayah Timur Indonesia.
Baca juga : Ekspansi ke Makassar, Sinar Mas Land Buka Pusat Kuliner Terbaru
Selain membangun beragam produk residensial dan komersial yang berkualitas, Summarecon Mutiara Makassar juga menghadirkan beragam fasilitas yang semakin melengkapi kawasan tersebut. Seperti Pasar Mandiri, Sekolah Islam Al Azhar, dan pusat perbelanjaan Summarecon Mall Makassar yang akan resmi memulai pembangunan melalui seremoni Groundbreaking pada Senin, 27 Mei 2024.
Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi, mengatakan, kehadiran Summarecon Mutiara Makassar sejak tahun 2018 merupakan upaya Summarecon untuk mengembangkan Kota Terpadu di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Indonesia Timur.
"Sebagai pengembang yang fokus pada pengembangan Kota Terpadu, Summarecon berkomitmen untuk meningkatkan nilai kawasan ini dengan menghadirkan fasilitas-fasilitas seperti Pasar Mandiri, Sekolah Islam Al Azhar, dan Summarecon Mall Makassar, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya di masa mendatang,” ujarnbya.
Baca juga : Pemkot Makassar Gelar Nobar Indonesia vs Irak di 4 Titik
Perkembangan pembangunan di kawasan Summarecon Mutiara Makassar ditandai dengan Groundbreaking Summarecon Mall Makassar. Pusat perbelanjaan ini akan dibangun di atas lahan seluas 10,6 Ha dengan bangunan 2 lantai dan 1 basement dan memiliki luas area 51.000 m2 (termasuk area parkir) serta luasan area sewa mencapai 31.000 m2.
Keunggulan lain dari Summarecon Mall Makassar akan menghadirkan The Downtown Walk, sebuah fitur yang telah sukses di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, dan Summarecon Mall Bandung, serta menjadi destinasi wisata kuliner favorit dengan konsep Alfresco Dining.
“Kami sangat antusias untuk menghadirkan pusat perbelanjaan ke-7 yang akan segera hadir di Summarecon Mutiara Makassar. Dengan pengalaman kami yang telah mengelola pusat perbelanjaan sejak tahun 1990 akan menjadi bekal dan kekuatan kami untuk bisa menciptakan sebuah pengalaman belanja yang menarik bagi warga Makassar.” Demikian disampaikan Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Soegianto Nagaria.
Baca juga : Geger Penemuan Bayi dalam Kardus Dikerubuti Semut
Selain menghadirkan pusat perbelanjaan, Summarecon Mall Makassar juga meresmikan Pasar Mandiri yang dibangun di lahan seluas 3.500 m2 dengan luas bangunan 500 m2. Lokasinya berada di Jalan Kolektor 1, kawasan Summarecon Mutiara Makassar.
Pasar Mandiri ini berisi 40 tenant dan sudah terisi penuh oleh penjual kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, mi instan, daging, sayuran, buah-buahan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Pembukaan Pasar Mandiri ini diharapkan dapat melayani kebutuhan dari warga, penghuni, dan pengunjung Summarecon Mutiara Makassar, dan tentunya mendorong pemulihan ekonomi bagi warga yang berpartisipasi menjadi penjual.
Baca juga : 131 Alumni Prakerja Makassar Sulawesi selatan Berbagi Kisah Inspiratif
Fasilitas lain yang dikembangkan adalah Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Mutiara Makassar yang telah hadir pada 31 Maret 2022. Saat ini, sekolah tersebut berlokasi sementara di Ruko Graha Boulevard Summarecon Mutiara Makassar dan sudah dibuka perdana untuk tingkat Sekolah Dasar tahun ajaran 2022/2023.
Proses pembangunan gedung baru Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Mutiara Makassar memasuki tahap Topping Off. Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Mutiara Makassar menjadi sekolah Al Azhar pertama di daerah Biringkanaya yang memberikan fasilitas pendidikan lengkap serta menghadirkan Kurikulum Khusus Al Azhar dan Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim.
Sejumlah fasilitas yang dihadirkan pada awal tahun ini menambah kelengkapan fasilitas di Summarecon Mutiara Makassar, setelah sebelumnya sudah terbangun sejumlah fasilitas yang menjadi keunggulan kawasan, seperti area kuliner Rainbow Food Centre, Kawasan Komersial Graha Boulevard, area multifungsi De Festive, Summarecon Makassar Convention Centre, hingga beberapa tenant kuliner ternama. (Z-8)
Festival ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Tak heran bila aeroboxing kini menjadi salah satu opsi olahraga yang banyak dipilih komunitas kebugaran di sejumlah kota besar.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memulai pagi di kawasan CPI Makassar, Selasa (25/11), dengan berolahraga bersama warga dan komunitas lari setempat
Rasa haru dan bahagia menyelimuti hati Dwi Nurmas, ayah dari Bilqis, bocah empat tahun yang sempat dilaporkan hilang dan akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
TRANSFORMASI lingkungan dan ekonomi yang inspiratif terjadi di Kompleks TNI AL, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan.
Ini bukti pemerintah kota menghadirkan solusi nyata bagi warga di pulau-pulau terluar, terisolasi hingga wilayah perbatasan.
Populasi Indonesia saat ini adalah 286 juta jiwa, menurut data PBB, dengan negara Asia Tenggara itu berada di peringkat ke-4 dalam daftar negara berdasarkan jumlah penduduk.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia memastikan bahwa ibu kota Republik Indonesia akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028.
Politisi Partai Golkar yang juga Anggota DPR RI Terpilih 2024-2029, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan, secara de facto, Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ini sudah bisa digunakan sebagai ibu kota baru.
Sampai dengan 2024, Indonesia secara resmi memiliki 38 provinsi, termasuk hasil pemekaran terbaru dari wilayah Papua.
Pengamat nilai Keppres IKN belum terbit karena belum siapnya infrastruktur
Pembangunan IKN Nusantara bisa dijadikan momentum revitalisasi gerakan koperasi. Ratusan ribu ASN terpelajar ini bisa didorong membentuk ribuan Koperasi ASN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved