Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ASSOCIATE dari Institute For Development of Economics and Finance (Indef) sekaligus dosen Universitas Bakrie, Asmiati Malik, berasumsi bahwa perang antara Iran-Israel tidak akan berakhir dalam jangka pendek.
"Terutama sebelum pemilu di AS pada akhir tahun ini," ucapnya pada Diskusi Publik INDEF pada Sabtu (20/4). Bila dilihat dari harga tiga komponen yakni emas, minyak, dan doalr AS, sambung Asmiati, sudah tercermin bahwa kemungkinan besar perang ini akan terus berlangsung.
"Kita lihat secara teori kenaikan emas memiliki korelasi kuat dengan perang. Biasanya kalau perang orang tidak akan menyimpan cash, tetapi menyimpan emas," terang dia.
Baca juga : Serangan Israel ke Iran Berpotensi Membuat Panik Investor
Dengan pendekatan technical overview Elliot Wave, Asmiati menerangkan bahwa emas berada di posisi wave ketiga dan terbukti harga emas mengalami kenaikan yang luar biasa. "Ini memang disebabkan karena perang, kemudian demand terhadap emas menjadi signifikan," ungkapnya.
Kemudian, masih menggunakan technical overview Elliot Wave, minyak berada pada wave keempat (wave correction phase) atau masa kemudian ketika harga minyak menurun mengalami koreksi. "Namun ingat, setelah selesai wave keempat pada bagian ini akan menuju ke wave kelima. Di wave kelima, harga (minyak) akan lebih tinggi dibandingkan dengan wave ketiga. Jadi dengan asumsi dia (minyak) berada di atas wave ketiga, kemungkinan besar harga minyak dunia akan melampaui US$120 per barel," beber Asmiati.
Sementara untuk nilai tukar dolar AS, dirinya menyebut mata uang Negeri Paman Sam itu akan mengalami kecenderungan stair case. Artinya, kenaikan nilai tukar doalr AS tidak akan setajam kenaikan harga emas.
"Kenapa? Karena di sini ada indikator dari perang. Secara teori, kalau terjadi perang, harga emas akan naik secara signifikan tetapi terjadi penurunan signifikan terhadap nilai tukar dolar AS," pungkasnya. (Z-2)
Milisi Houthi Yaman resmi bergabung dalam perang dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel selatan. IDF klaim berhasil cegat serangan yang sasar area Beer Sheba.
Hubungan Netanyahu dan Kepala Mossad David Barnea dikabarkan retak akibat saling tuding terkait akurasi intelijen perang Iran dan isu kebocoran informasi di pusat keamanan.
Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyampaikan bahwa kelompok itu akan melanjutkan apa yang dia gambarkan sebagai "pertempuran defensif" melawan Israel.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
IRGC gunakan rudal Haj Qasem untuk pertama kali serang pangkalan AS di Qatar & Bahrain serta kota-kota Israel sebagai balasan kematian Ayatollah Khamenei.
Emanuel Fabian, jurnalis Times of Israel, diperas penjudi Polymarket senilai jutaan dolar untuk mengubah berita serangan rudal Iran. Simak kronologinya.
Kementerian Warisan Budaya Iran melaporkan 108 situs bersejarah rusak akibat serangan AS-Israel, termasuk Istana Golestan di Teheran dan situs UNESCO di Isfahan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu klaim Ali Larijani tewas dalam serangan di Teheran. Kematian tokoh kunci ini jadi pukulan telak bagi rezim Iran.
Laporan intelijen AS mengungkap struktur kekuasaan Iran makin tangguh di bawah IRGC meski Pemimpin Tertinggi tewas. Simak analisis dampak serangan 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved