Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH didorong untuk mempersiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menghadapi tekanan eksternal, utamanya dari sisi kenaikan harga minyak dunia. Kesiapan itu diperlukan untuk menjaga stabilitas perekonomian di dalam negeri.
"Dampak kenaikan harga minyak dunia akan menjadi beban besar bagi APBN kita. Karenanya pemerintah harus mempersiapkan kesiapan APBN menghadapi tekanan eksternal imbas dari kenaikan harga minyak dan depresiasi rupiah," ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Said Abdullah kepada Media Indonesia, Rabu (17/4).
Kesiapan dan kesanggupan APBN dinilai menjadi kunci menghadapi gejolak eksternal yang terjadi saat ini. Sebab, kata Said, setiap pelemahan rupiah sebesar Rp500 terhadap dolar AS dan harga minyak naik US$10 per barel akan mengerek nilai subsidi dan kompensasi BBM hingga Rp100 triliun.
Baca juga : Harga Minyak Anjlok, Defisit APBN Bisa Tambah Rp 12,2 Triliun
Sementara dalam asumsi makro APBN 2024, pemerintah menempatkan rupiah di level Rp15.000 per dolar AS dan Indonesia Crude Price (ICP) senilai US$82 per barel. Antisipasi kebijakan dinilai perlu untuk meredam dampak situasi global.
Apalagi sejumlah pandangan juga telah menyatakan harga minyak mentah dunia dapat menembus US$120 per barel jika distribusi minyak bumi melalui Selat Hormuz terganggu. Pasalnya itu merupakan jalur penopang 21% lalu lintas minyak bumi dunia.
Said juga meminta pemerintah untuk bisa mengamankan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan di dalam negeri. Itu karena Indonesia bergantung dari impor minyak mentah dan hasil minyak rata-rata 3,5 juta ton per bulan, merujuk data tahun 2023.
Baca juga : Pemerintah Dinilai Miliki Dua Opsi Tangani Kenaikan Harga Minyak
"Jika perang masih berlanjut, jalur suplai minyak bumi melalui Selat Hormuz akan terganggu. Apalagi Iran termasuk 10 negara terbesar dunia yang memproduksi minyak buminya hingga 3,45 juta barel per hari pada tahun 2023," kata Said.
Dia turut meminta pemangku kepentingan di Tanah Air bisa memastikan ketersediaan dolar AS bagi para importir komoditas strategis, seperti bahan pangan, dan minyak bumi. Setidaknya ketersediaan itu diperlukan untuk bisa memenuhi kebutuhan enam bulan ke depan guna memastikan efektivitas lindung nilai.
"Termasuk proaktif untuk mengembangkan skema pembayaran lebih variatif untuk menggantikan dolar AS, dengan terus mengembangkan local currency settlement, terutama pada pembayaran komoditas strategis di sektor pangan dan energi," terang Said.
Di saat yang sama, pemerintah juga didorong untuk bisa memastikan kemampuan untuk pembayaran Surat Berharga Negara (SBN) dan utang luar negeri yang berdenominasi dolar AS, mengingat tren adanya depresiasi rupiah terhadap dolar AS, dari batas rata rata yang ditetapkan di APBN 2024. (Z-6)
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi fluktuatif di kisaran Rp16.850-Rp16.950 pada 26 Maret 2026. Simak analisis dan harga emas terbaru.
Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.920 per dolar AS pada Rabu (25/3/2026). Simak analisis penyebab dan perbandingan kurs jual di BCA, BNI, dan BRI.
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema kerja bekerja dari rumah (work from home) atau WFH dampak dari kenaikan harga minyak.
Airlangga menilai, penerapan WFH berpotensi memberikan penghematan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar, khususnya dari sektor transportasi.
Hubungan AS-Inggris memanas. Presiden Trump sebut Inggris mengecewakan karena enggan terlibat aktif dalam pengamanan Selat Hormuz.
HARGA minyak dunia sempat anjlok tajam di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan perang bisa segera berakhir.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Harga minyak dunia melonjak tajam pada Jumat setelah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved