Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memperkirakan akan terjadi penguatan nilai mata uang dolar Amerika Serikat dalam waktu yang cukup lama. Hal itu terjadi karena kondisi perekonomian Negeri Paman Sam mulai menguat dan tingkat inflasi mulai mereda meski masih berada di atas target The Federal Reserve.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kegiatan Halal Bi Halal di kantornya, Jakarta, Selasa (16/4). Proyeksi penguatan dolar AS dalam waktu yang lama, kata dia, juga dilontarkan oleh Bank Dunia.
"Itu kita harus menjaga terhadap capital, sehingga modal harus terus dipertahankan. Dan kita terus melakukan reform struktural untuk menjaga itu," ujarnya.
Baca juga : Rupiah Melemah 54 Poin ke Level Rp15.636
Menguatnya dolar AS, kata Airlangga, tak hanya berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah, melainkan mata uang dari negara-negara lain. Nilai tukar rupiah juga dinilai tak melemah sedalam negara-negara yang setara dengan Indonesia.
Pemerintah, imbuh Airlangga, akan mengambil peran mendukung stabilitas rupiah melalui kebijakan-kebijakan makro. Kondisi perekonomian dalam negeri diupayakan tetap tumbuh kuat.
Namun dia mengaku itu bukan tugas mudah. Pasalnya, tantangan yang membayangi perekonomian dalam negeri bukan sekadar pelemahan rupiah. Ketidakpastian ekonomi global imbas konflik geopolitik yang meluas patut diwaspadai.
"Hal-hal ini menjadi PR kita bersama dalam 1-2 bulan ke depan, pertumbuhan harus tetap kita jaga, dan delivery dari PSN bisa juga dicapai di akhir tahun ini. Sehingga dengan demikian kita harus bekerja lebih keras, karena dunia juga tidak baik-baik saja," pungkas Airlangga. (Z-10)
EKONOM Indef Rizal Taufikurahman, menilai probabilitas pelemahan rupiah di awal perdagangan cukup tinggi seiring meningkatnya konflik Iran-Israel dan Amerika Serikat.
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
BPS juga menyoroti bahwa Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadan. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, inflasi selalu terjadi saat Ramadan dengan besaran yang berfluktuasi.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved