Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSPOR Jerman melonjak lebih dari perkiraan pada Januari. Data resmi menunjukkan itu pada Rabu (6/3). Ini berkat kembalinya permintaan dari negara-negara Uni Eropa (UE) dan pasar utama Tiongkok.
Ekspor berjumlah 135,6 miliar euro (US$147 miliar). "Ini meningkat 6,3% dibandingkan bulan sebelumnya ketika pengiriman turun tajam," kata badan statistik federal Destatis.
Analis yang disurvei oleh Factset memperkirakan kenaikan lebih kecil yaitu 1,5%. Lonjakan tersebut menandai kabar baik yang jarang terjadi bagi negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu.
Baca juga : Ini Sederet Data Penting Kinerja Ekonomi Dunia yang Dinanti Investor
Ekonominya menyusut tahun lalu setelah terpukul oleh hambatan termasuk tingginya suku bunga, rapuhnya perdagangan global, dan kemerosotan manufaktur.
Sementara itu, impor ke Jerman meningkat sebesar 3,6% menjadi 108 miliar euro pada Januari. Ini memperluas surplus perdagangan menjadi 27,5 miliar euro.
Peningkatan ekspor didorong oleh kenaikan pengiriman ke negara-negara Uni Eropa sebesar 8,9%. Pengiriman ke Tiongkok meningkat sebesar 7,8%.
Baca juga : Ini 5 Dampak Situasi Global yang Mesti Diwaspadai Pebisnis
Amerika Serikat tetap menjadi tujuan paling populer untuk barang-barang buatan Jerman. Namun permintaannya turun sebesar 1,7% bulan ke bulan.
"Meskipun ada banyak pujian, perdagangan luar negeri Jerman dimulai dengan baik pada 2024," kata ekonom Deutsche Bank Robin Winkler. Peningkatan ekspor ke Tiongkok yang lebih kuat dari perkiraan khususnya, tambah Winkler, membawa secercah harapan bagi perekonomian Jerman yang sedang lesu.
Perekonomian Jerman mengalami kontraksi sebesar 0,3% pada tahun lalu, tetapi diperkirakan mengalami sedikit pemulihan pada 2024 seiring dengan meredanya inflasi dan meningkatnya permintaan.
Lembaga ekonomi IfW Kiel Jerman mengatakan dalam perkiraan terbarunya pada Rabu bahwa mereka kini melihat peningkatan output hanya sebesar 0,1% tahun ini atau turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 0,9%. "Meskipun perekonomian Jerman mendapatkan kembali momentumnya sepanjang tahun ini, dinamisme secara keseluruhan masih lemah," kata Stefan Kooths, kepala penelitian ekonomi IfW.
Institut Ifo juga menurunkan perkiraan pertumbuhannya menjadi 0,2% pada 2024 atau turun dari 0,7% sebelumnya. (AFP/Z-2)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps mengancam meluncurkan rudal ke Siprus di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel. Jerman bersiap mengevakuasi warganya dari kawasan Timur Tengah.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
POSISI tegas diambil Berlin dalam menanggapi manuver terbaru Kabinet Israel yang merombak aturan administratif di wilayah penduduka
Semua bermula pada 29 Januari 1886, saat Carl Benz mendapatkan paten kendaraan pertama di dunia Benz Patent-Motorwagen.
Jerman resmi kirim tim militer ke Greenland menyusul ketegangan wilayah. Kanada turut pasang badan dukung integritas teritorial Denmark.
SEKRETARIS Jenderal NATO Mark Rutte memperingatkan bahwa Rusia bisa menyerang negara-negara anggota pakta pertahanan itu dalam lima tahun ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved