Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Indonesia Perluas Pasar Biomassa Sawit ke Jepang

Akmal Fauzi
28/3/2026 19:08
Indonesia Perluas Pasar Biomassa Sawit ke Jepang
International Biomass Expo 2026 yang berlangsung pada 17–19 Maret 2026 di Tokyo Big Sight, Tokyo.(Istimewa)

KINERJA biomassa sawit Indonesia terus menunjukkan tren positif di pasar global, khususnya di Jepang. Produk Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang sawit tercatat memiliki volume ekspor lebih dari 5 juta ton per tahun. Sementara itu, potensi biomassa lainnya seperti Empty Fruit Bunch (EFB) mulai dikembangkan untuk dipasarkan dalam bentuk pelet ke pasar Jepang.

Dalam upaya memperkuat dan memperluas pasar ekspor, Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) berpartisipasi dalam International Biomass Expo 2026 yang berlangsung pada 17–19 Maret 2026 di Tokyo Big Sight, Tokyo.

Partisipasi ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesia Trade Promotion Centre Osaka dan Atase Perdagangan KBRI Tokyo.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Pandjaitan Syahrir. Dalam rangkaian acara, APCASI juga menggelar business forum bertajuk “The Amazing Indonesia Palm Biomass” yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan Jepang.

Ketua APCASI, Dikki Akhmar, menyampaikan bahwa pada pameran ini pihaknya mempromosikan biomassa kelapa sawit, yakni PKS dan pelet EFB.

“PKS Indonesia telah memiliki pasar yang stabil di Jepang dalam tiga tahun terakhir. Ke depan, kami mendorong pengembangan EFB pellet sebagai sumber energi alternatif yang memiliki potensi besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, total potensi biomassa sawit Indonesia mencapai sekitar 232 juta metrik ton per tahun, yang setara dengan kapasitas produksi listrik hingga 38.760 MW. Potensi ini dinilai menjadi peluang besar dalam mendukung transisi energi global menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menegaskan bahwa perdagangan biomassa sawit memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia–Jepang.

“KBRI Tokyo akan terus mendukung upaya promosi dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di Jepang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP, Lupi Hartono, menyatakan komitmen BPDP dalam mendukung promosi dan pengembangan produk turunan sawit.

“BPDP tidak hanya mendukung promosi, tetapi juga pembiayaan riset untuk meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa sawit termasuk biomassa sawit Indonesia,” jelasnya.

Dari sisi jaminan mutu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandri Pasambuna, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Japan Quality Assurance. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sertifikasi biomassa Indonesia di mata pembeli Jepang.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, menambahkan bahwa biomassa sawit merupakan salah satu komoditas strategis dengan potensi besar sebagai sumber devisa negara.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat promosi dan memperluas akses pasar melalui sinergi dengan berbagai perwakilan perdagangan di Jepang, termasuk melalui Atase Perdagangan dan ITPC Osaka.

“Dengan meningkatnya permintaan global terhadap energi terbarukan, biomassa sawit Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di pasar internasional,” ujar Dirjen Puntodewi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya