Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo memastikan bakal meninjau harga pangan di pasar. Peninjauan akan dilakukan setelah ia menerima laporan terkait meningkatnya sejumlah harga pangan pokok.
"Nanti secara detail saya lihat di lapangan," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (4/3).
Ia mengatakan salah satu penyebab utama kenaikan harga pangan saat ini adalah momentum Ramadan. Menurutnya, itu selalu terjadi setiap tahun. Namun, ia memastikan pemerintah telah menyiapkan strategi untuk menekan harga.
Baca juga : Jelang Ramadan, Pemprov DKI Diminta Waspadai Lonjakan Harga Pangan
"Persiapan-persiapan mengenai ketersediaan, utamanya bahan pokok, itu menjadi sangat penting," ucap mantan wali kota Surakarta itu.
Jokowi secara khusus menyebut harga beras sudah mulai menurun di beberapa wilayah. Klaim itu didasari pada data harga di Pasar Induk Beras Cipinang, DKI Jakarta, dan Pasar Johar di Karawang, Jawa Barat.
Ia meyakini kondisi itu akan terus membaik sejalan terjadinya panen raya padi pada Maret dan April mendatang.
Baca juga : Presiden Klaim Semua Harga Bahan Pangan Turun, kecuali Beras
"Panen raya segera mungkin dalam satu bulan ke depan akan terjadi. Saya kira harga itu akan turun banyak," tandasnya.
Berbeda dengan klaim Jokowi, harga beras masih mengalami kenaikan. Di Pasar Kramat Jati, DKI Jakarta, harga beras medium mencapai Rp13 ribu per liter. Sementara beras premium masih di harga Rp14 ribu per liter. Di Pasar Enjo Cipinang, harga beras di kisaran Rp14 ribu-Rp17 ribu per liter.
Untuk bahan pangan lainnya, telur dibanderol dengan harga Rp31 ribu per kilogramnya, naik dari biasanya di kisaran harga Rp28 ribu per kilogram. Sementara cabai merah mencapai Rp125 ribu per kilogram dan cabai merah keriting serta cabai rawit dibanderol dengan harga Rp90 ribu per kilogram. (Z-11)
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
HARGA ayam potong dan telur ayam disejumlah pasar di Kota Bengkulu, naik selama sepekan terakhir.
MEMASUKI awal tahun 2026, tekanan inflasi di Kepulauan Riau (Kepri) perlu diwaspadai seiring masih tingginya harga pangan serta tren kenaikan harga emas dunia.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
Kemenkeu menyebut perekonomian Indonesia pada akhir 2025 menunjukkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tekanan. Hal itu dinilai menjadi dasar yang kuat bagi kinerja ekonomi ke depan.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan torehan sejarah pada cadangan beras pemerintah yang kini menyentuh level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar rapat terbatas (ratas) untuk merumuskan langkah pengendalian harga yang efektif.
Satgas Pangan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved