Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan konsumsi kelapa sawit dalam negeri akan mengalami kenaikan pada tahun ini. Itu karena ada kebutuhan untuk konsumsi industri dan implementasi biodiesel B35 secara penuh.
"Konsumsi dalam negeri diperkirakan mengalami kenaikan, terutama untuk kebutuhan pangan, industri oleokimia, dan kebutuhan energi (biodiesel) dengan implementasi biodiesel (B35) secara setahun penuh (fully implemented)," ujar Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dikutip dari siaran pers, Rabu (28/2).
Namun Gapki turut memproyeksikan tingkat produksi kelapa sawit akan stagnan atau kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya. Kebutuhan dalam negeri dinilai dapat dipenuhi lantaran kinerja ekspor kelapa sawit diperkirakan menurun.
Baca juga : Organisasi Industri Kelapa Sawit Indonesia Manfaatkan Hannover Messe 2023
Guna memastikan produksi dan menjamin terpenuhinya kebutuhan minyak sawit dalam negeri dan ekspor, kata Mukti, Gapki menilai perlu dilakukan sejumlah langkah. Pertama, penyelesaian perkebunan sawit yang teridentifikasi masuk kawasan hutan.
"Gapki terus mengusulkan bahwa bagi kebun sawit yang sudah memiliki alas hak, baik itu SHM maupun sertifikat HGU, semestinya sudah bukan kawasan hutan lagi. Penyelesaian Pasal 110 B jangan sampai menyebabkan pengurangan areal yang signifikan akan berdampak kepada pengurangan produksi sawit," tutur Mukti.
Kedua, memastikan program PSR dapat berjalan sesuai dengan targetnya, yakni 180.000 hektare per tahun. Hambatan yang masih ada juga harus sesegera mungkin dapat diselesaikan.
Baca juga : Mentan SYL Minta GAPKI Perkuat Industri Sawit dan Perkokoh Ekonomi Nasional
Ketiga, peraturan yang tumpang tindih perlu segera diselesaikan, khususnya peraturan terkait kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) 20%, karena masih menimbulkan kekisruhan di lapangan. "Untuk jangka panjang, perlu dipertimbangkan kemungkinan dibangun kebun sawit untuk energi (dedicated area) khususnya pada kawasan yang sudah terdegradasi, sehingga kebutuhan minyak sawit untuk energi tidak mengganggu kebutuhan untuk pangan, industri dalam negeri, dan ekspor," terang Mukti.
Lebih lanjut Gapki menilai industri kelapa sawit Indonesia masih menghadapi tantangan di tahun ini. Kondisi ekonomi global yang masih menunjukkan ketidakpastian menjadi salah satu faktor yang mendominasi geliat industri kelapa sawit setahun ini.
Amerika Serikat masih dilanda inflasi yang di atas target. Lalu Tiongkok sebagai salah satu konsumen terbesar minyak sawit juga masih bergulat dengan pelemahan ekonomi pascacovid-19. Begitu pula dengan Eropa yang masih mengalami pelemahan ekonomi dengan defisit fiskal meningkat diiringi inflasi masih tinggi.
Sementara itu, eskalasi geopolitik global kian memanas. Di saat eskalasi laut hitam yang belum mereda akibat perang Rusia dan Ukarina yang juga memberikan dampak besar pada pasokan beberapa komoditas strategis di pasar global.
"Kini dunia juga harus menghadapi eskalasi geopolitik di laut merah akibat perang Israel dan Palestina yang juga diestimasi dapat memberikan dampak besar terhadap pasokan komoditas mengingat laut merah merupakan jalur strategis perdagangan global," jelas Mukti. (Z-2)
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
PELAKU industri sawit terus berkonitmen memberikan prioritas besar terhadap perlindungan hak anak dan pekerja perempuan sebagai implementasi praktik sawit yang berkelanjutan.
Gapki mengambil langkah strategis dengan menggandeng Indonesian Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) dalam upaya memperkuat posisi dan citra industri sawit Indonesia di kancah global.
Di tengah permintaan pasar yang terus meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, pertumbuhan produksi kelapa sawit dalam lima tahun terakhir justru stagnan.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mendukung upaya pemerintah mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengimbau segenap pelaku industri sawit saling berkoordinasi serta melakukan konsolidasi dengan Gapki.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meluncurkan berbagai strategi dan langkah antisipatif kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah operasional anggotanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved