Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk atau Ayam Goreng Nelongso (BAIK) optimistis kinerja meningkat usai resmi listing di Bursa Efek Indonesia.
Direktur Keuangan BAIK, Ubaidillah, mengatakan pendapatan perseroan saat covid-19 melanda pada 2020 mencapai Rp99,6 miliar, kemudian naik menjadi Rp132 miliar dan cukup stabil di 2022 dengan Rp150 miliar.
"Pada 2023 ini prosesnya sedang diaudit. Kami expected Rp170 miliar untuk pendapatan. Dengan adanya dana IPO di 2024 itu pendapatan akan naik dibanding tahun 2023 sebesar 30%," kata Ubaidillah di Jakarta,kemarin.
Baca juga : PT Multi Spunindo Jaya Tbk Siap Lepas 15% Saham ke Publik
Pendapatan yang naik 30% juga berbanding lurus dengan target profitabilitas yang diharapkan. "Target kami 60-70% laba bersih di 2023," ujar Ubaidillah.
Sejalan dengan target profitabilitas, Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman mengatakan saat ini perusahaan akan mendorong percepatan kinerja. Seperti ekspansi area target outlet, mengoptimalkan pendanaan, menambah varian menu produksi , serta ikut serta dalam promo yang disediakan oleh marketplace, menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis, serta membekali tim dengan chatbot
Langkah perseroan melantai di bursa juga memberikan dampak postifi. Nanang menilai hal hal ini dapat memberikan perusahaan legitimasi di mata investor, mitra bisnis, dan masyarakat umum. "Sehingga meningkatkan citra baik perusahaan untuk lebih dipercaya oleh publik,” ujar Nanang.
Baca juga : Ada Dana IPO BUKA yang Masuk Deposito, BEI Pantau Target Prospektus
BAIK merupakan perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan melalui entitas anak, kemitraan rumah makan, serta perdagangan bahan baku (makanan beku & sembako). Salah satu merek yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose.
Dalam proses IPO ini, BAIK menggandeng PT MNC Sekuritas dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
BAIK menawarkan sebanyak 225.000.000 saham Baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO, yang ditawarkan pada harga sebesar Rp278,- per saham, dan mengalami oversubscribed 117,22 kali saat periode penawaran umum. BAIK meraup dana segar hingga Rp62,55 miliar dari IPO.
Baca juga : Nusantara Sawit Pasang Harga IPO di Kisaran Rp122 hingga Rp190 Per Saham
Selain itu, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 225.000.000 Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400 per saham. (RO/E-1)
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan BEI dijadwalkan kembali melakukan pertemuan lanjutan dengan MSCI pada 11 Februari 2026.
BEI angkat bicara terkait sejumlah perkara dugaan manipulasi dan kejahatan pasar modal atau dikenal praktik saham gorengan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved