Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan dua produk dari Nasabah PNM Mekaar yang sukses diekspor, saat berkunjung ke pertemuan dengan 5.000 Nasabah PNM Mekaar Kabupaten Bandung di Dome Sabilulungan pada Sabtu sore (03/02). Dua produk yang diacungi jempol oleh Presiden adalah Basreng yang telah diekspor ke Malaysia dan Peyek 6 Jagoan yang juga berhasil menembus pasar internasional.
"Ini Basreng, Bakso Goreng, dan saya senang packagingnya kemasannya bagus sekali, sangat bagus sekali. Namanya juga enak 'basreng'. Dan yang saya senang lagi ini sudah ekspor," ungkao Jokowi dengan antusias.
Presiden juga memberikan pujian untuk kemasan yang menarik dan harga yang bersaing. Menurutnya, produk dengan kualitas seperti ini memiliki potensi besar untuk mendapatkan pasar di manapun.
Baca juga : Sinergi PNM Bersama Holding Ultra Mikro Diapresiasi Presiden Jokowi
"Artinya apa ibu-ibu, produksinya baik dengan harga yang kompetitif, harganya bisa bersaing," tambahnya.
Sebagian besar produksi dari Nasabah Mekaar berasal dari rumah tangga sederhana yang menggunakan bahan baku lokal. Ini mencerminkan kontribusi kuat perempuan Indonesia dari lapisan ultra mikro dalam mendukung perekonomian negara.
Sambil memperlihatkan kedua produk dari Nasabah Mekaar kepada peserta acara, Jokowi memberikan apresiasi khusus terhadap kemasan produk Nasabah Mekaar di Kabupaten Bandung yang dinilai sangat baik. (Z-10)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved