Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI Bloomberg yang dilakukan pada awal Januari 2024 menunjukkan calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan dinilai menjadi sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia.
Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal mengungkapkan, hasil survei tersebut sejalan dengan karakter dari masyarakat terhadap karakteristik pasangan capres dan calon wakil presiden.
"Kenapa Anies mendapat nilai tertinggi dari para ekonom karena Anies ini banyak pendukungnya ini di kalangan yang terdidik karena memahami pikiran yang mendalam tentang arah kebijakan ekonomi dan bagaimana plus minusnya," kata Faisal saat dihubungi, Kamis (18/1).
Anies, ujar Faisal, bisa menjabarkan pemikiran-pemikiran kebijakan ekonomi secara luas dari berbagai bidang dengan baik dan memuaskan para intelektual termasuk diantaranya ekonom.
"Kalaupun ada janji-janji, ekonom perlu melihat bukan hanya janjinya tapi bagaimana misalnya strategi atau cara mencapainya dan apakah realistis atau tidak, masuk akal atau tidak. Tentu saja arahnya menurut para ekonom betul atau tidak," jelas Faisal.
Faisal menilai, para ekonom tidak hanya menilai janji-janji yang diberikan oleh para capres, akan tetapi juga menilai dari sisi kedalaman dan bagaimana program yang ditawarkan capres tersebut apakah realistis atau tidak untuk diwujudkan.
"Jadi bukan hanya sekadar janjinya paling tinggi tentu saja, karena bagi para ekonom itu bukan janji yang paling bagus yang paling terpilih, tapi dari sisi kedalaman dan juga realistis atau tidak untuk diwujudkan, jadi wajar kalau kemudian para ekonom memilih Anies," imbuhnya.
Namun, lanjut Faisal, kalangan terdidik ini juga bukan suara mayoritas dalam Pilpres mendatang, jadi survei tersebut tidak bisa dikorelasi dengan kemungkinan Anies menjadi pemenang dalam kontestasi Pilpres karena sebagian besar daripada pemilih adalah berpendidikan menengah kebawah.
"Yang cukup mengejutkan itu adalah kubu 3 mendapat rating paling rendah dibandingkan 2. Ini kemungkinan juga karena 2 paling tidak membuktikan dengan kerja-kerja kubu 2 yang melanjutkan periode kepemimpinan Jokowi yang sebelumnya," papar dia.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei Bloomberg tersebut capres nomor 1 mendapat poin 33 dari 17 ekonom dan analis pasar. Sementara posisi kedua, Prabowo Subianto dengan 29 poin. Sementara posisi terakhir adalah Ganjar Pranowo dengan 28 poin. (Z-5)
ALIANSI Ekonom Indonesia (AEI) kembali menegaskan sikapnya dengan menyuarakan tujuh desakan darurat ekonomi dalam agenda pertemuan perdana para penandatangan.
CHIEF Economist Citi Indonesia, Helmi Arman menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi keseluruhan untuk 2025 bakal mentok di angka 5 persen.
PENGAMAT ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, meminta para kepala daerah menanggapi isu dana mengendap di bank daerah yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan kepala dingin.
Ekonom dukung evaluasi tantiem BUMN. Skema insentif dinilai tidak akuntabel dan perlu direformasi agar selaras dengan kinerja dan efisiensi fiskal.
KEPERGIAN Kwik Kian Gie meninggalkan duka mendalam sekaligus kekosongan dalam jagat pemikiran ekonomi Indonesia. Ia bukan sekadar ekonom, melainkan sosok langka yang berani bersuara.
Ekonom dari Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengungkapkan kepergian Kwik Kian Gie meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved