Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI muda perlu membangun soft skill dalam dunia usaha digital. Dengan begitu generasi muda mampu mengakses dan memanfaatkan ruang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari industri digital.
Koordinator Millennial Center Sarman Alamsyah menjelaskan ke depan lapangan kerja di sektor bisnis digital diramalkan akan berkembang dengan pesat. Oleh karena itu menurutnya penting bagi generasi muda untuk membekali diri dengan keterampilan usaha-usaha digital.
"Milenial dapat mengakses segala potensi lapangan pekerjaan (digital) untuk penghasilan," kata Sarman mengutip keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (18/1).
Baca juga : Nilai Transaksi Digital Meningkat, Penggunaan Kartu Menurun
Respon positif dari milenial menjadi bukti nyata akan peluang usaha tak terbatas dalam memanfaatkan kekuatan media sosial dan e-commerce. Menurut Sarman ketertarikan milenial dalam menciptakan lapangan pekerjaan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Baca juga : Masuk Penyetor Pajak Kripto Terbesar, Platform Triv Raih Penghargaan
"Dengan demikian bisnis digital ini sangat bermanfaat," ujar Sarman.
Muhammad Gozali, salah satu milenial yang tertarik dengan ranah bisnis dunia digital mengungkapkan keikutsertaannya dalam seminar-seminar UMKM digital sangat memberikan pengalaman berharga. Lebih lanjut Gozali mampu melihat peluang yang tersembunyi untuk bergerak cepat dalam merespon perubahan dan kebutuhan pasar.
"Kami lebih memahami pemanfaatan ruang potensi bisnis yang tersedia," ungkap Gozali. (Z-8)
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap tren unik Gen Z yang melibatkan orangtua dalam proses rekrutmen. Pakar peringatkan risiko "red flag" bagi karier dan kesehatan mental.
Faktor seperti desain yang instagrammable, konektivitas smartphone yang mulus, efisiensi bahan bakar, hingga harga yang kompetitif menjadi penentu utama.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Edukator keuangan ungkap tren menarik: Suami Gen Z kini jadi inisiator perencanaan keuangan keluarga demi hindari kesalahan finansial masa lalu. Cek faktanya!
FENOMENA Generasi Z atau Gen Z lebih memilih menyewa rumah daripada membeli rumah atau properti. Merepons hal itu Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah mengatakan hal serupa terjadi di banyak negara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved