Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, pada awal masa tanam I yang dimulai Desember 2023 berhasil mencapai 1,5 juta hektar.
"Alhamdulillah Desember kita dapat 1,5 juta hektar. Artinya kalau 1,5 juta hektar itu mampu memenuhi kebutuhan bulan, bukan satu tahun hanya satu bulan. Januari, Februari, Maret itu bisa memenuhi 3 juta produksi, jadi aman kan," ucap Amran saat ditemui di Jakarta, Rabu (17/1).
Untuk Januari 2024, lanjut Amran, pemerintah akan mengejar masa tanam sebanyak 1,7 juta hektar.
Baca juga : Masa Tanam di Kabupaten Cirebon Dimulai Akhir Januari
"Sehingga Januari ini kita harus kejar jangan dibawah 1,5 juta, kami target 1,7. Sehingga jadi 3 bulan ke depan kita sudah produksi dan tidak shortage, tidak kekurangan," tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengungkapkan apabila pemerintah menanam lebih dari 1 juta hektar maka hasil panen yang dihasilkan diharapkan mencapai angka 2,5 juta ton lebih.
Baca juga : Kementan Pastikan Pupuk untuk Musim Tanam I Mencukupi
"Apabila yang ditanam lebih dari 1 juta hektar insyaAllah, insyaAllah ya panennya akan 2,5 lebih kebutuhan kita sebulan. Jadi kalo pak mentan sampaikan sudah di atas 1,3 juta, kita stop impor, karena pak presiden mengizinkan tahun 2024 ini 2 juta dengan asumsi, bukan asumsi lagi nih, Januari Februari kita akan defisit 2,8 juta ton," imbuhnya. (Z-5)
Target luas tanam pada Oktober-Desember tahun ini sebesar 53.239 hektare.
Produksi beras nasional mengalami peningkatan signifikan pada bulan Agustus, September, dan Oktober 2024, meskipun Indonesia masih dilanda fenomena El Nino.
FENOMENA gelombang panas diyakini tidak akan terjadi di Indonesia.
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA), Prof. Bustanul Arifin menyebut bahwa kenaikan harga beras tidak dapat terlepas dari fenomena El Nino yang terjadi di 2023
Harga beras melejit pada Februari 2024 hingga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Ini dua penyebabnya.
Harga cabai rawit merah mulai melandai di kisaran Rp60.000 per kg seiring membaiknya cuaca dan panen raya di sentra produksi. Cek update harga terbaru di sini.
APCI memprediksi setelah periode Imlek, harga cabai rawit merah akan bergerak turun secara bertahap.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan hasil sidak menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan pasokan tersedia.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved