Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas yang mengalami peningkatan nilai impor tertinggi pertama ditempati oleh serealia (hs10), termasuk di dalamnya gandum dan beras. Pangsa pasar serealia terhadap total impor adalah sebesar 2,26%, meningkat sekitar USD 1 miliar us dolar dibandingkan dengan tahun 2022.
Impor komoditas serealia meningkat paling besar selama tahun 2023. Salah satu penyumbang utamanya adalah beras.
"Rinciannya, selama 5 tahun terakhir, impor beras di tahun 2023 merupakan yang terbesar yakni sebesar 3,06 juta ton, meningkat sebesar 613,61% dibandingkan tahun 2022," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Senin (15/1).
Baca juga: Cak Imin Inginkan Impor Beras Disetop
Jika dilihat menurut hs 8 digitnya, impor beras tahun 2023 tercatat sebesar 3,06 juta ton Ini didominasi oleh semi milled or wholly milled rice (hs10063099) sebesar 2,7 juta ton dengan pangsa pasar 88,18%.
Menurut negara asalnya beras paling banyak diimpor dari Thailand sebesar 1,4 juta ton, atau 45,12% dari total impor beras, kemudian diikuti oleh Vietnam sebesar 1,1 juta ton atau 37,47% dari total impor sepanjang tahun 2023, dan juga Pakistan sebesar 309 ribu ton atau 10,1%.
Negara asal impor sepanjang tahun 2023, terdapat tiga besar negara asal utama impor berturut-turut berdasarkan pangsa pasarnya, yaitu Tiongkok yaitu 28,02%, Jepang 7,41% dan Thailand 4,57%.
Baca juga: Tahun Depan, Bulog Dapat Tugas Impor 2 Juta Ton Beras
Komoditas yang paling banyak diimpor Indonesia dari Tiongkok berupa gawai pintar (smartphone) dengan nilai USD 1,95 miliar, atau 3,14% dari total impor dari Tiongkok.
Untuk Jepang, komoditas yang paling banyak diimpor Indonesia berupa flat-rolled products berupa besi atau baja canai lantaian, senilai USD 0,47 miliar atau 0,75% dari total impor dari Jepang.
Sementara dari Thailand, komoditas yang paling banyak diimpor berupa gula tebu senilai USD 1,2 miliar atau 1,93% dari total impor dari Thailand.
Beberapa negara asal impor yang juga menunjukkan peningkatan nilai impor di tahun 2023 diantaranya Oman dan Gabon. (Z-10)
Sebelum penyegelan 250 ton beras impor ilegal di Sabang dilakukan, pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti temuan tumpukan beras impor. stok beras yang melimpah di gudang Bulog, harga di pasaran tetap tinggi.
TIM patroli Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau berhasil menangkap kapal KM Camar Jonathan 05 di perairan Karimun.
Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa beras yang didistribusikan kepada masyarakat harus dalam kondisi yang baik dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Sebanyak 300 ribu ton beras sisa impor tahun 2024 dilaporkan rusak dan berkutu. Hal itu sangat disayangkan karena bisa menjadi kerugian negara.
Pemerintah Indonesia tengah menjajaki opsi untuk melakukan impor 1 juta ton beras dari India pada tahun depan. Opsi impor beras akan dilakukan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved