Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyampaikan pihaknya tidak berencana untuk menyesuaikan kembali harga eceran tertinggi (HET) beras di tengah tren harga beras yang masih fluktuatif dan cenderung naik hingga awal tahun 2024.
"HET tidak (diubah) karena faktornya fundamental, faktor ada di produksi maka mengubah HET tidak terlalu punya dampak (pada penurunan harga beras)," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/1).
Menaikkan HET disebutnya justru akan menjadi pembenaran terhadap harga beras yang terus naik dan juga pembenaran terhadap penjualan beras yang jauh di atas HET, yang seharusnya hanya Rp10.900 per kg untuk beras medium.
"Jelas sekarang dilanggar. Kalau HET naik, pasti dikira seperti pembenaran kenaikan harga. Pemerintah terus memastikan program bantuan pangan untuk 22 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) terus berjalan," ucapnya.
Baca juga: Anies Baswedan: Bansos tidak akan Dihapuskan, Justru Ditambah Manfaatnya
Bayu menjelaskan stok beras saat ini dalam kondisi mencukupi, namun dengan harga yang masih tinggi. Hal itu setidaknya disebabkan oleh tiga hal, pertama produksi gabah dalam negeri yang masih terbatas akibat adanya El Nino dan mundurnya masa panen.
Kedua, biaya produksi seperti pupuk yang masih mahal. Sedangkan faktor ketiga adalah kebijakan negara-negara penghasil beras yang membatasi ekspor yang kemudian berdampak pada kenaikan harga.
Berdasarkan Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional, harga rata-rata beras medium nasional adalah Rp13.310 per kg. Harga tersebut cenderung naik sejak awal tahun yang berkisar Rp13.200 per kg.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Stok Beras Cukup
Terkait dengan tudingan adanya politisasi bantuan pangan di masa kampanye saat ini, Bayu menegaskan pihaknya hanya mengerjakan arahan yang dikeluarkan pemerintah.
"Bulog itu pelaksana. Datanya dikasih, kita melaksanakan, menyediakan stok, dan menyalurkannya. Bagi kami, urusannya adalah KPM itu bisa menerima 10 kg beras dan bisa kita pertanggungjawabkan prosesnya. Hal lainnya, kita enggak ikut <i>mikir," tuturnya.
Bayu menegaskan pihaknya sudah memerintahkan agar dalam penyaluran bantuan beras itu tak boleh ada atribut partai atau capres. (Fal/Ant/E-2)
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita.
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Amran meminta kepada seluruh pengusaha di Indonesia agar tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Imlek dan Ramadan.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved