Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PLT Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi Ira Irmalia Sjam mengatakan bahwa pihaknya selalu mendengarkan kebutuhan investasi bagi para nasabah dan calon investor.
Karena itu reksa dana Seruni Pasar Uang II (SPU II) dan Balanced Regular Income Fund (BRIF). Keduanya disebutkan cocok untuk yang baru mengenal investasi.
“SPU II cocok bagi investor pemula. Hal ini karena SPU II memiliki likuiditas yang tinggi, serta ada potensi memperoleh pendapatan yang optimal dengan risiko yang relatif rendah. Untuk membeli produk tersebut, calon investor cukup mengeluarkan dana minimal Rp10.000,” ujar Ira dalam keterangannya, Jumat (5/1).
Sementara BRIF sangat cocok sebagai instrumen diversifikasi investasi, karena memiliki fitur yang unik yaitu memberikan dividen setiap bulannya.
Dengan adanya potensi penurunan suku bunga pada 2024, maka investasi pada reksa dana BRIF, yang underlying asset-nya termasuk instrumen surat utang, berpotensi memberikan imbal hasil investasi yang optimal.
Terpisah, Chief Investment Officer (CIO) BRI-MI, Herman Tjahjadi, melihat sejumlah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh investor sepanjang 2024. Menurutnya, dengan melandainya inflasi dan adanya potensi dipangkasnya suku bunga, serta adanya kepastian hasil pemilu di pertengahan 2024, bisa menjadi sentimen positif bagi pasar modal domestik, seperti obligasi dan saham.
“Dari sisi prospek investasi, kami melihat prospek investasi untuk reksadana berbasis pasar uang dan pendapatan tetap dapat dipilih sebagai produk investasi yang cocok untuk diakumulasi, khususnya di semester pertama di tahun 2024” ujar Herman. (Z-6)
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
Pemkab Pohuwato memastikan pembukaan lahan oleh PT BJA dilakukan berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan bertahap sesuai petak tebang.
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja berpartisipasi sebagai sponsor dalam Gathering Akbar Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI) Yogyakarta.
Pilihan produk seperti reksa dana, saham, hingga obligasi negara Fixed Rate (FR) bisa membantu masyarakat berinvestasi sesuai profil risiko masing-masing.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved