Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK dapat dipungkiri, Indonesia terbukti sebagai negara penghasil komoditas perkebunan terbesar di dunia, termasuk kelapa sawit berkembang sangat pesat, sehingga setiap insan perkebunan beserta pihak terkait dituntut komitmennya agar bertanggungjawab dalam menjaga dan berkontribusi aktif demi perkuat tata kelola keberlanjutan perkebunan dan lingkungan hidup.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis produksi pertanian termasuk perkebunan akan terus bertahan. Untuk wujudkan hal tersebut, Mentan Amran meminta jajarannya agar terus bersinergi dengan berbagai pihak terkait demi memitigasi dampak perubahan iklim yang begitu ekstrem, sehingga terjaminnya ketersediaan bahan baku perkebunan dan menghasilkan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan nasional bebas emisi karbon.
Baca juga: Dampak Pembentukan PalmCo, PTPN Lebih Fleksibel Jalani Bisnis Sawit
Sebelumnya Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, "Perkebunan kelapa sawit, sebagai salah satu komoditas unggulan, berdampak luar biasa terhadap lingkungan dan perekonomian. Diperlukan upaya untuk memahami secara menyeluruh dan mengelola stok karbon tanaman serta optimalkan peran kelapa sawit guna memperlambat laju dampak perubahan iklim. Ini harus dilakukan segera, karena langkah penting dalam merumuskan kebijakan yang berkelanjutan."
Perlu diketahui, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan kerjasama Biocarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscape (BioCF-ISFL) tahun 2023 yang dimaksudkan meningkatkan pemahaman tentang dampak perubahan iklim di sektor perkebunan, mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca, dan mendukung upaya pelestarian hutan dan lingkungan di wilayah tersebut.
Baca juga: Di Hadapan Pengurus Aspekpir, Mentan Ingatkan Pentingnya Hilirisasi Sawit
Pada workshop kegiatan BIOCF-ISFL Subsektor Perkebunan 2023, Selasa (19/12) di Jakarta, Direktur Perlindungan Perkebunan, Hendratmojo Bagus mengatakan, isu lingkungan terus menjadi perhatian dunia, salah satunya Indonesia. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kontribusi positif perkebunan kelapa sawit terhadap mitigasi perubahan iklim di subsektor perkebunan.
"Sejalan dengan semangat keberlanjutan dan konservasi lingkungan, kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi panduan bagi pihak terkait dalam merancang kebijakan dan praktik pertanian khusus pada sub sektor perkebunan yang ramah lingkungan," harapnya.
Lebih lanjut Bagus mengatakan, "Kami berharap dari hasil rumusan kegiatan ini, dapat menjadi masukan untuk penyusunan program kegiatan di tahun selanjutnya, sehingga kita dapat terus berkembang dan berinovasi dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks." (RO/S-3)
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mencatat laba bersih unaudited sebesar Rp6,19 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Normansyah menegaskan BPDP berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait dalam mempercepat program-program perkebunan tersebut.
Di tengah harga energi global yang masih bergejolak dan tekanan impor bahan bakar minyak yang terus membayangi anggaran negara, kebijakan energi kini tak lagi sekadar urusan teknis.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved