Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

KSPSI Dorong Standardisasi Hubungan Industrial di Sektor Sawit

Naufal Zuhdi
19/12/2025 09:03
KSPSI Dorong Standardisasi Hubungan Industrial di Sektor Sawit
Kunjungan KSPSI ke perusahaan kelapa sawit.(KSPSI)

Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit. Hal ini disampaikan saat ia mengunjungi Pengurus Unit Kerja (PUK) SPSI PT Hindoli, anak usaha Cargill Group, di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (17/12).

Dalam kunjungan tersebut, Jumhur tidak hanya berdialog dengan jajaran pengurus serikat, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pekerja yang tengah melakukan aktivitas panen. Ia bersama rombongan turut meninjau secara langsung praktik hubungan industrial yang diterapkan perusahaan di tingkat lapangan.

Jumhur menilai budaya kerja di PT Hindoli menunjukkan pendekatan yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagai prioritas. Penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang ketat, ditopang dengan sistem kompensasi yang kompetitif, dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan. Hubungan antara manajemen dan serikat pekerja pun dinilai telah berkembang dari pola konfrontatif menuju dialog yang konstruktif.

Menurut Jumhur, praktik memanusiakan pekerja di sektor perkebunan seharusnya tidak bersifat sporadis atau eksklusif, melainkan menjadi standar yang diterapkan secara luas oleh seluruh perusahaan sawit di Indonesia.

“Saya rasa hubungan industrial yang selama ini saya impikan ada di sini. Terlihat keakraban antara manajemen dan serikat pekerja, seperti menghela kapal bersama dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Jumhur dalam keterangan yang disampaikan Jumat (19/12).

Ia juga menyoroti perhatian perusahaan terhadap pekerja perempuan dan perlindungan anak. PT Hindoli diketahui memiliki Komite Gender sebagai wadah konsultasi terkait isu pelecehan dan kekerasan domestik, Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan, serta fasilitas Taman Asuh dan Bermain bagi anak balita pekerja yang dikelola oleh tenaga profesional.

Meski demikian, Jumhur mengingatkan masih adanya kesenjangan penerapan standar hubungan industrial di antara perusahaan sawit. Perwakilan KSPSI Sumatera Selatan, Cecep Wahyudin, menyebut dari puluhan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut, belum banyak yang menerapkan standar kesejahteraan dan hubungan industrial seperti yang dijalankan PT Hindoli.

Karena itu, Jumhur menegaskan bahwa model hubungan industrial yang diterapkan Cargill Group layak dijadikan tolok ukur nasional. Standardisasi ini dinilai penting agar praktik perlindungan dan kesejahteraan pekerja menjadi norma umum di industri sawit, bukan sekadar keunggulan kompetitif bagi segelintir perusahaan.

Kunjungan tersebut ditutup dengan dialog langsung antara pimpinan serikat dan para pemanen sawit di tengah aktivitas kerja, sebagai upaya memastikan implementasi kebijakan kesejahteraan benar-benar berjalan di tingkat tapak. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik