Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta untuk realistis menatap perekonomian pada tahun depan. Jangan sampai rasa optimistis berlebih justru mengabaikan berbagai risiko dan ancaman yang berpotensi mengganggu kinerja ekonomi dalam negeri.
"Kita pun berharap pertumbuhan bisa bagus tahun depan. Tapi kita juga harus realistis. Risiko global masih cukup banyak, ketidakpastian masih tinggi, ada konflik geopolitik, tak hanya Rusia-Ukraina, tetapi Hamas-Israel," ujar Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, Jumat (22/12).
Selain potensi risiko dari global, ekonomi Indonesia juga dinilai masih mengalami dampak pandemi covid-19. Hal itu tercermin dari tingkat utang yang masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan posisi sebelum pandemi.
Baca juga: Outlook Perekonomian Indonesia 2024: Optimisme Penguatan Ekonomi Nasional
Itu disebabkan oleh lonjakan defisit anggaran guna memenuhi kebutuhan penanganan pandemi. Hal yang demikian dinilai Esther akan menjadi beban anggaran bagi Indonesia. Pasalnya, pengadaan utang akibat pelebaran defisit bakal dirasakan dalam beberapa waktu ke depan.
Risiko yang berpotensi mengancam ekonomi dalam negeri di tahun depan ialah fenomena El Nino. Jangan sampai pemerintah abai dan kejadian tahun ini berulang di tahun depan. Itu akan mengkhawatirkan karena berurusan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat.
Baca juga: Ini 3 Mesin Pendorong Ekonomi Nasional
"Pangan itu supply kita terbatas dan kita rely on pada impor. Sedangkan impor itu memengaruhi ekonomi domestik karena dengan begitu kita tidak bisa menghemat devisa," terang Esther.
Karenanya, dia meminta tak hanya melempar jargon optimis semata. Pengambil kebijakan mesti bisa memberikan solusi konkret atas risiko-risiko yang berpotensi mengganggu kinerja ekonomi ke depan.
Salah satu yang paling urgen, kata Esther, ialah mengenai pemenuhan kebutuhan beras. Bansos beras yang diperpanjang hingga Juni 2024 menurutnya bukan reaksi konkret atas persoalan yang ada.
Guliran beras kepada masyarakat miskin itu justru dinilai sebagai cara terselubung pemerintah mengumpulkan suara untuk kepentingan Pemilu 2024.
"Itu hanya solusi sementara dan hanya untuk gathering voter. Itu dibagi-bagi dekat dengan pemilu untuk gathering voters. Itu menggunakan anggaran negara untuk meraih suara rakyat. Kalau menang benar pemerintah ingin hindari krisis, harus perkuat fundamen ekonomi," kata Esther. (Mir/Z-7)
Industri Hasil Tembakau (IHT) nasional menunjukkan kinerja ekspor yang melonjak signifikan dari tahun ke tahun.
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 berada di angka US$150,7 miliar.
PEMERINTAH Indonesia sepakat untuk melakukan ekspor listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) ke Singapura, sebagai bagian dari tiga kerja sama investasi hijau antara kedua negara.
Pelajari seluk-beluk devisa negara, jantung keuangan internasional. Temukan definisi, fungsi, dan dampaknya pada stabilitas ekonomi global. Panduan lengkap untuk memahami devisa!
BP Tapera bersama Menteri PKP dan Menteri P2MI membahas program 3 juta rumah dan rencana penyediaan rumah subsidi bagi pekerja migran melalui skema FLPP
POSISI cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2025 dinilai tetap tinggi, yakni di kisaran, sebesar US$154,5 miliar, meski menurun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2025
“Asuransi bukan sekadar produk, melainkan bagian dari strategi pengelolaan risiko untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang,”
DATA Kementerian Kesehatan mencatat estimasi lebih dari 2,5 juta penduduk Indonesia hidup dengan kondisi autoimun.
Fenomena Sudden Cardiac Death (SCD) atau kematian jantung mendadak menjadi salah satu masalah kardiovaskular serius.
Implementasi prinsip governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan adalah alat penting untuk membangun ketahanan.
Teknologi membuka peluang efisiensi baru — mulai dari underwriting yang lebih cepat dan presisi, hingga klaim otomasi dan prediksi risiko berbasis perilaku.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pentingnya identifikasi dan pengelolaan risiko dalam menjalankan usaha, terutama di sektor kuliner.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved