Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BUMN Holding Industri Pertambangan Minda ID melalui salah satu anggotanya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), berhasil memangkas emisi hingga 618,5 ton CO2 ekuivalen (tCO2e) di sepanjang Januari-Oktober 2023. Jumlah tersebut setara dengan menanam 847 pohon.
Keberhasilan ini terjadi berkat pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Dua PLTS itu adalah PLTS Jalan Tol Bali Mandara dan PLTS di Gedung AirportOperationControl Center (AOCC) Bandara Soekarno-Hatta.
“Sebagai bagian dari Grup MIND ID, PT Bukit Asam Tbk mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada 2060 dari pemerintah. Oleh sebab itu, perusahaan melalukan transformasi dengan memperluas pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT),” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf dalam keterangan, Jumat (22/12/2023).
Baca juga: Grup Mind ID Bantu Tingkatkan Panen Petani dengan Membangun PLTS
Pengembangan EBT merupakan wujud konkret dukungan perusahaan pada transisi energi. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yang ingin menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan.
Sementara itu, rincian total pemangkasan emisi hingga 618,5 ton berasal dari PLTS di Jalan Tol Bali Mandara berkapasitas 400 Kilowatt-peak (kWp) yang berhasil mengurangi emisi sebanyak 414,1 tCO2e hingga Oktober 2023. Angka tersebut setara dengan menanam 567 pohon.
Pada periode yang sama, PLTS Gedung AOCC Bandara Soetta berhasil memangkas emisi 204,4 tCO2e yang setara dengan menanam 280 pohon.
Baca juga: Dukung Hilirisasi, Mind ID Resmikan Smelter Tembaga di Gresik
Terkait produksi listrik, PLTS Tol Bali Mandara mencapai 524.197,8 kWh selama Januari-Oktober 2023, sedangkan PLTS Gedung AOCC Bandara Soetta menghasilkan listrik 258.741,8 kWh.
Untuk diketahui, PLTS di Gedung AOCC Bandara Soetta dibangun melalui kerja sama PT Bukit Asam Tbk dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Pembangkit ini telah beroperasi penuh sejak 1 Oktober 2020.
Baca juga: Andalkan Desa Meat Eco Cultural Tourism, PT Inalum Targetkan Raih PROPER Emas
Adapun pengembangan PLTS Tol Bali Mandara merupakan hasil sinergi PT Bukit Asam Tbk dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. PLTS ini diresmikan pada 21 September 2022.
Pada 24 Februari 2023, PT Bukit Asam Tbk dan Jasa Marga melakukan penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) untuk PLTS di wilayah jalan tol lainnya yang berada di dalam pengelolaan Jasa Marga Group.
PT Bukit Asam Tbk berupaya untuk terus mengoptimalkan potensi-potensi yang ada melalui sinergi dengan berbagai pihak agar bisa terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. (RO/S-4)
PERCEPATAN hilirisasi batu bara menjadi produk energi alternatif seperti synthetic natural gas (SNG), dimethyl ether (DME), dan metanol terus berlangsung.
Kompetisi Karya Jurnalistik MediaMIND 2025 resmi ditutup setelah proses penjurian final pada Senin (8/12).
Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mind ID, terus memperkuat transformasi digital di sektor pertambangan nasional melalui penerapan inisiatif smart mining.
Mind ID berupaya menjaga kesinambungan publikasi keberlanjutan mulai dari tahap prapertambangan, operasi tambang, pascatambang, hingga pengolahan mineral.
Komunikasi memiliki peran strategis dalam memastikan inisiatif strategis dalam membangun generasi emas dapat berjalan keberlanjutan dan memberikan dampak optimal.
Melalui proyek hilirisasi nikel terintegrasi Indonesia Growth Project (IGP), MIND ID berupaya mendorong penyerapan tenaga kerja langsung sebesar lebih dari 8.270 orang.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved