Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menandatangani kerja sama skema pembiayaan rumah subsidi dengan Japan Housing Finance (JHF) Agensi, Jumat (15/12) kemarin. Dengan adanya kerja sama ini, memungkinkan Tapera mengadopsi sistem dari negeri sakura ini.
Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyampaikan, kerja sama ini juga bagian dari perluasan ekosistem pembiayaan perumahan yang dilakukan oleh BP Tapera. Nota kerja sama antara BP Tapera dan JHF ini dilaksanakan dalam rangka pertukaran informasi terkait penelitian dan program yang terkait dengan instrument keuangan.
“Kerja sama ini berbentuk sharing dalam rangka tata kelola perusahaan, manajemen risiko dan pengungkapan untuk kelancaraan pelaksanaan program pembiayaan perumahan, perbandingan sistem pembiayaan perumahan, namun tidak terbatas pada strategi bisnis, pengembangan produk seperti green mortgage dan sistem hukum di Indonesia dan Jepang,” ungkap Adi dalam penandatanganan MoU BP Tapera Jumat (15/12) di Langham Hotel Jakarta.
Baca juga: Selain Menjanjikan Nasabah Investasi Menguntungkan, BP Tapera Akan Perluas Manfaat
Adi menjelaskan, kerja sama ini berawal dari kunjungan BP Tapera ke JFH pada 2022 silam. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menjalin kerja sama dengan institusi internasional untuk mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai ekosistem pembiayaan perumahan yang ada di Jepang.
“Banyak yang bisa kita pelajari dengan melihat jepang, mulai dari utilitasnya, skema pembiayaannya, dan masih banyak lagi yang bisa kita serap,” ungkap Adi.
Baca juga: Dana FLPP Tersalurkan Rp18,91 Triliun, BP Tapera Optimis Capai Target
Kunjungan ini, lanjut Adi, sekaligus melihat perbandingan standar perumahan, teknologi dan bahan juga tidak terbatas pada kerangka peraturan dan sertifikasi (inspeksi), perbandingan antara mengidentifikasi berbagai prospek, hambatan, tantangan dan strategi untuk meningkatkan minat investor publik dan swasta di sektor pembiayaan perumahan. Sehingga, BP Tapera dan JFH bisa mengembangkan sumber daya manusia untuk tujuan yang sama.
“Kami juga telah melakukan eksplorasi Solusi untuk masalah perumahan, bertukar informasi dan program di bidang perumahan,” ungkap Adi.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna menambahkan, belajar dari sistem yang diterapkan jepang, ada fasilitas tenor panjang diterapkan hingga 30 tahun. Hal ini apabila diterapkan di skema FLPP akan lebih murah.
“Dengan tenor FLPP lebih panjang, misalnya kita dorong hingga 20 sampai 30 tahun pasti akan lebih murah. Yang diadopsi salah konsepnya dari JHF,” kata Herry.
BP Tapera dalam kerja sama ini sebagai badan hukum yang dibentuk untuk mengatur, mengawasi dan melakukan tindak turun tangan terhadap pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk melindungi kepentingan peserta tapera sesuai dengan UU No. 4 tahun 2016 serta selaku operator investasi pemerintah yang merupakan pelaksana fungsi operasional yang ditunjuk. Sedangkan JHF sebagai otoritas pemerintah yang bergerak dibidang pembiayaan primer dan sekunder perumahan di Jepang.
Selanjutnya, kerja sama ini dilanjutkan dengan adanya kegiatan pelatihan dengan tema “Training program for Further Housing Finance Development in Indonesia” yang diinisiasi oleh JHF pada Oktober 2023 dengan mengundang perwakilan dari ekosistem pembiayan perumahan diantaranya DJPI, SMF dan BP Tapera.
Adapun kegiatan ini sekaligus memperingati kerja sama bilateral Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama 65 tahun. Dimana program pelatihan tersebut sejalan dengan fase III Rencana Strategis BP Tapera di Tahun 2023 – 2024 yaitu meningkatkan kredibilitas instituasi dan layanan menuju kelas dunia.
Senior Executive Director JFH Yoshida Hideo mengatakan, metode kerja sama yang akan dilaksanakan adalah saling berbagi informasi dan bertukar pandangan tentang pasar perumahan dan pembiayaan perumahan baik di Indonesia dan Jepang. Tak hanya itu, kedua belah pihak juga akan melakukan survei atau penelitian bersama dibidang pasar perumahan dan pembiayaan perumahan serta menjadi tuan rumah dalam kegiatan bersama, lokakarya juga konferensi tentang perumahan dan pasar pembiayaan perumahan di Indonesia maupun Jepang.
“Kerja sama ini juga akan berpartisipasi dalam proyek-proyek bersama, saling bertukar SDM jika diperlukan, membuka peluang kerja sama dengan badan hukum lainnya di masing-masing negara tetapi tidak terbatas pada kementerian dan organisasi negara lainnya,” tandas dia. (Z-10)
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved