Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan akan terus melakukan penguatan stabilitas moneter dengan menerapkan berbagai kebijakan strategis pada 2024. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, di Jakarta, Rabu (29/11) malam.
"Untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 1,5% sampai 3,5% pada 2024 dan 2025, suku bunga BI Rate akan kami pertahankan. Kami juga akan merespons lebih lanjut kondisi dinamika ekonomi global dan domestik," kata Perry.
Secara rinci, ia menjelaskan bakal terus menjaga stabilitasi nilai tukar rupiah dengan intervensi di pasar spot, forward, DNDF, dan operasi moneter pro market untuk tarik aliran modal asing portofolio. Langkah itu dilakukan untuk mitigasi gejolak global dan pengendalian inflasi harga impor.
Baca juga: Gubernur BI: Perekonomian Nasional Bisa Tumbuh 6,1 Persen di 2028
"Itu dengan mendorong SRBI, SVBI, SUVBI, dan pengelolaan lalu lintas capital flow DHE SDA diwajibkan PP Nomor 36 Tahun 2023 akan diperluas," jelasnya.
Adapun, empat kebijakan tambahan lain ialah terkait penguatan kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan ekonomi keuangan syariah maupun UMKM.
Baca juga: Jokowi Sentil Bank Indonesia
"Terkait kebijakan makroprudensial, kami akan mempertahankan insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong kredit pembiayaan ke sektor-sektor prioritas senilai Rp159 triliun dengan tambahan sekitar Rp20 triliun. Itu bisa dimanfaatkan perbankan," ucap Perry.
Selain itu, BI juga akan melonggarkan kebijakan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) mulai Desember 2023. Oleh karena itu, ia berharap kebijakan tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk menyalurkan kredit dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Selanjutnya, bank sentral juga akan melaksanakan pengawasan sistemik melalui koordinasi dengan komite stabilitas sistem keuangan (KSSK). BI juga memperkuat sistem pembayaran secara digital dengan mengakselerasi implementasi blue print sistem pembayaran Indonesia.
"Pertama, BI Fast untuk interkoneksi dan integrasi. Kedua, nilai besar BI RTGS generasi yang modern. Ketiga, pengembangan pusat data transaksi pembayaran untuk inovasi dengan AI," imbuhnya.
Terakhir, langkah yang dilakukan adalah menjalankan pengembangan QRIS maupun BI Fast mulai dari level ASEAN, hingga Jepang dan Uni Emirat Arab. Itu dilakukan untuk memperkuat local currency transaction dan mempermudah transaksi hingga ke tingkat UMKM. (Z-11)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved