Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia memperkirakan fenomena suku bunga tinggi dalam periode yang lama (higher for longer) oleh The Federal Reserve baru akan berakhir di paruh kedua 2024. Selain karena ditujukan untuk mengendalikan inflasi, bunga acuan yang tinggi juga disebabkan oleh melonjaknya utang Amerika Serikat.
"Kemungkinan Fed Fund Rate (FFR) baru akan mulai turun di paruh kedua tahun depan. Yang menjadi hal yang baru adalah besarnya utang pemerintah Amerika Serikat karena untuk membiayai covid dan perang, menyebabkan suku bunga obligasi pemerintahan Amerika Serikat atau yield UST juga meningkat tajam," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (13/11).
Imbal hasil obligasi pemerintah AS, lanjutnya, diketahui mengalami peningkatan tajam di triwulan III 2023 menjadi 4,57% dari sebelumnya 3,84%. BI bahkan memproyeksikan imbal hasil surat berharga AS akan kembali naik di akhir tahun menjadi 5,16%.
Baca juga: Bank Sentral Australia Menaikkan Suku Bunga 20 Basis Poin
Imbal hasil UST diperkirakan masih akan berada dalam level yang tinggi hingga paruh kedua 2024. BI memperkirakan itu akan berada di angka 4,87%.
Selain perkembangan dari AS, fenomena higher for longer kian menantang lantaran kondisi dunia juga masih berada dalam ketidakpastian. Tingkat inflasi global, misalnya, diperkirakan akan terus dijawab oleh banyak bank sentral dengan kebijakan suku bunga.
Baca juga: Pejabat The Fed Perkirakan Suku Bunga Perlu Naik Lagi
"Tahun depan mungkin akan turun, tetapi juga masih lebih tinggi dari 3%, atau 3,8%. Mungkin inflasi dunia baru akan mulai menurun pada paruh kedua tahun 2024 meskipun juga negara maju itu terus melakukan pengetatan moneter yang lebih agresif," jelas Perry.
Karena masih gamangnya kondisi ekonomi dunia ke depan, BI memprakirakan ekonomi global akan tumbuh melambat. Di 2023, perekonomian dunia diproyeksikan hanya akan mampu tumbuh 2,9%, jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di angka 3,5%.
"Fenomena-fenomena ini memerlukan upaya-upaya ekstra keras dari seluruh emerging market, termasuk Indonesia untuk menjaga ketahanan ekonomi, khususnya dampak terhadap stabilitas nilai tukar, juga dampak dari pelarian modal dan stabilitas moneter dan sistem keuangan dan dalam juga keseimbangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," pungkas Perry. (Z-10)
PT MAM, perusahaan manajer investasi yang merupakan bagian dari Maybank Group, meluncurkan tiga produk reksa dana baru yang akan dipasarkan melalui PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Traveling kini makin nyaman dengan perlindungan lengkap dari keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, hingga rasa aman di perjalanan.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memperkenalkan produk kartu kredit co-branded terbaru mereka, Maybank Kartu Kredit Manchester United,
PT Bank Tabungan Negara (BTN) mempertimbangkan menaikkan suku bunga untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) non-subsidi.
Bantuan yang disalurkan berupa santunan dana pada 2.000 penerima anak yatim dan kaum dhuafa melalui 20 Kantor Cabang Syariah Maybank Indonesia.
Maybank Cycling Series Il Festino 2024 akan digelar di rute baru dengan pemandangan yang lebih indah sekaligus menantang di Yogyakarta.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% bulan ini menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, dibuka menguat seiring harapan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved