Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden Djan Faridz memuji langkah dan terobosan Presiden Joko Widodo pada saat peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh di Stasiun Kerta Cepat Padalarang (2/10).
Faridz menyebut hal ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan merevolusi transportasi publik ke depan sebagaimana terdapat di negara-negara maju.
“Keretanya luar biasa. Perlu dilanjutkan sampai ke Surabaya," ujarnya.
Baca juga : Antusiasme Tinggi, KCIC Berlakukan Tarif Gratis Whoosh Hingga Pertengahan Oktober
Dalam peresmian kereta Whoosh tersebut, dua anggota Wantimpres yang turut hadir adalah Sidarto Danusubroto, Agung Laksono, dan Putri Kuswisniwardhani. Wantimpres memberikan dukungan penuh terhadap proyek kereta cepat ini dan mendorong Presiden Jokowi untuk melanjutkan pembangunannya hingga ke Surabaya.
Pada kesempatan yang sama Presiden Jokowi membeberkan rencananya untuk melanjutkan proyek kereta cepat Whoos sampai ke Surabaya.
Baca juga : Jadi Upaya Promosi, Tiket Gratis KCJB tak Pengaruhi ROI
“Bayangkan Jakarta-Padalarang hanya 29 menit. Ke Surabaya sekitar 3 jam atau lebih sedikit.” Ujar Presiden.
Ia mengugkapkan, pemerintah akan melakukan studi awal untuk merealisasikan hal ini,
“Mungkin dalam 2 minggu ini studinya dari pemrakarsa akan selesai," ungkap Jokowi Senin (2/10).
Menanggapi hal tersebut Wantimpres Djan Faridz memberikan apresiasi yang tinggi serta dukungan untuk Presiden Jokowi. Ia menilai hal ini merupakan visi besar yang bersifat jangka panjang yang harus diwujudkan.
“Saya kira yang harus didukung bersama adalah visinya Presiden, beliau mempersiapkan Indonesia masa depan. Ini bentuk nyata dari upaya mewujudkan Indonesia maju. Setelah studi awalnya rampung, pemerintah akan melakukan studi lanjutan. Setelah kalkulasinya selesai, saya kira mindsetnya harus cocok bahwa ini harus berjalan.” Kata Djan.
Menurut Djan, Wantimpres akan membersamai Presiden Jokowi untuk memastikan langkah-langkah terobosan seperti ini sesuai dengan arah berbangsa dan bernegara yang telah ditetapkan.
“Yang terpenting tentu saja ini memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Kami melihat semangat itu selalu ada pada Presiden," tutupnya. (Z-5)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Penjualan tiket Whoosh diprediksi akan terus bertambah dan diperkirakan dapat melampaui 23 ribu penumpang hingga malam nanti, seiring tingginya mobilitas saat libur Natal 2025.
lembaga negara didesak menindaklanjuti dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh yang sebelumnya diungkapkan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD.
GENERAL Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa turut buka suara menjawab pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal proyek Whoosh.
KPK menegaskan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh meski Presiden Prabowo Subianto tanggung jawab utang Whoosh
Presiden Prabowo Subianto meminta publik tak perlu cemas dan khawatir mengenai permasalahan utang dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh
MANTAN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M Praswad Nugraha, meminta penanganan kasus dugaan korupsi kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh, transparan dan independen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved