Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak menegaskan tetap melanjutkan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh bagian dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Padahal, Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan bertangung jawab soal utang Whoosh.
Menurutnya tak ada larangan KPK untuk melanjutkan kasus itu. Oleh karena itu, lembaga antirasuah melanjutkan penyelidikan perkara tersebut guna mengetahui ada atau tidak dugaan korupsi terjadi.
"Tidak ada satu larangan untuk melakukan penyelidikan," tegasnya seperti dikutip Kamis (6/11).
Ketika memang ditemukan ada tindak pidana, Johanis mengatakan akan menyampaikannya pada presiden. Namun, sebaliknya jika terbukti tak ada tindak pidana, kasus itu selesai.
"Kalau ada, kami juga bisa sampaikan kepada Presiden bahwa ini ada perbuatan yang dikualifikasi sebagai tindak pidana korupsi," ucap dia.
KPK juga sempat meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD untuk membuat laporan soal dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh. Sebelumnya Mahfud sempat mengatakan ada dugaan berupa penggelembungan dana dan mark up pada proyek tersebut. Itu dia sampaikan dalam kanal YouTube Mahfud MD Official.
"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," papar Mahfud.
Pada akhir Oktober 2025, Mahfud MD mengatakan siap apabila KPK membutuhkan keterangan. Pada Oktober juga KPK menyampaikan bahwa dugaan tindak pidana korupsi proyek Whoosh naik ke tahap penyelidikan. (Ant/H-4)
Asep menduga emas lima kilo itu yang diklaim Linda telah disita KPK. Padahal, penyidik cuma mengambil dokumen dari tangan saksi itu.
Walaupun dalam sidang sebelumnya yang digelar pada 23 September 2025 atau percobaan pertama, majelis hakim memutuskan menolak permohonan praperadilan.
KPK menyita yang sebesar Rp500 juta dari operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang diminta dari Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma
KPK harus serius mendalami kasus korupsi dugaan markup proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh dan penggunaan jet pribadi oleh KPU
Budi menjelaskan KPK masih menangani dugaan korupsi pengadaan Google Cloud karena kasus tersebut berbeda dengan kasus yang sedang ditangani Kejagung
KPK menyelidiki dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh. Aset milik negara diduga dijual kembali ke negara dalam pengadaan lahan
KPK menegaskan penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh tetap berlanjut, meski Presiden Prabowo menyatakan siap menanggung utang proyek tersebut.
Budi meminta masyarakat menyerahkan proses pengusutan kasus ini kepada KPK.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dugaan korupsi atau penggelembungan dana pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih terus berjalan.
Eks penyidik KPK M. Praswad Nugraha menilai dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) mudah diungkap
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved