Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP Ekonom Bank Mandiri melihat tendensi pelemahan nilai tukar rupiah saat ini hanya tekanan jangka pendek. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (22/8) ditutup pada level harga Rp15.331, merujuk pada aplikasi RTI Business.
Volatilitas nilai tukar rupiah terjadi lebih karena tekanan eksternal, seperti pelemahan ekonomi Tiongkok, juga ekspektasi masih akan adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat sebesar 25bps di bulan September 2023.
"Ini yang kemudian menyebabkan tekanan yang cukup besar nilai tukar rupiah," kata Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, dalam Media Gathering Grup Ekonom Bank Mandiri, Selasa (22/8).
Baca juga : Tekanan Rupiah Lebih Didominasi Faktor Data Ekonomi Eksternal
Secara keseluruhan, konsensus masih meyakini bahwa sebenarnya ada sentimen positif bagi rupiah karena arah dolar AS akan berubah dari stronger US dollar sentiment menjadi weaker US dollar sentiment.
Konsensus pasar masih berekspektasi rata-rata nilai tukar rupiah akan bergerah di bawah Rp15.000 per dolar AS sampai 2024.
Baca juga : The Fed Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi. Prediksi Nilai Tukar Rupiah?
Konsensus pasar di 2023, ekspektasi terburuknya masih berada di bawah Rp15.500. Artinya pasar masih yakin dengan sentimen dolar aS yang melemah.
"Artinya rupiah memang akan kembali di posisi kisaran Rp15 ribu atau bahkan di bawah itu di akhir tahun 2023," kata Andry. (Z-5)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham pada Rabu (14/1).
Bank Mandiri mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025.
PT Bank Mandiri Tbk memperkuat stabilitas layanan keuangan nasional dengan menyiapkan uang tunai bersih Rp25 triliun.
Adopsi layanan digital semakin kuat terlihat dari 91% pembukaan rekening yang kini telah dilakukan melalui Livin’ by Mandiri.
Mandiri Investasi optimistis, produk investasi yang saat ini sedang menunggu diterbitkannya aturan dari OJK tersebut akan mendapat animo tinggi dari investor baik institusi maupun ritel.
Promo ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembayaran digital dan menghadirkan kemudahan bagi pelanggan dalam merencanakan perjalanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved