Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR industri kecantikan, produk kosmetik dan perawatan pribadi di Thailand merupakan salah satu yang terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara. Industri kecantikan Thailand mampu tumbuh signifikan di masa pandemi Covid-19.
Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia, pada saat semua bisnis mengalami pemerosotan, industri kecantikan justru naik dan banyak pengusaha yang terjun ke bisnis kosmetik dan perawatan pribadi.
Potensi kolaborasi dan kerja sama kedua negara itu pun dijajaki dalam ajang Thailand Cosmetics & Personal Care Business Matching yang digelar di Jakarta, Selasa (25/7).
Baca juga : Industri Kecantikan dan Kosmetik Thailand dan Indonesia Siap Berkolaborasi
Dalam ajang yang digelar Thai Trade Center itu, Sebanyak 18 perusahaan kosmetik dan perawatan pribadi dari Thailand hadir.
Direktur Thai Trade Center Jakarta Hataichanok Sivara mengatakan, peluang kerjasama antara Thailand dan Indonesia di bidang industri kosmetik dan perawatan pribadi sangat menjanjikan.
"Thailand memiliki industri kosmetik yang kuat dan berkembang pesat. Dengan bekerjasama, perusahaan kosmetik dari Thailand dapat menggandeng distributor dan mitra bisnis di Indonesia untuk memperluas pasar mereka dan mencapai konsumen baru," katanya.
Baca juga : Industri Kosmetik Thailand Jajaki Masuk Pasar Indonesia, Pelajari soal Sertifikasi Halal
Kerja sama di bidang manufaktur dapat memungkinkan kedua negara untuk berbagi teknologi dan keahlian produksi. Ini dapat menghasilkan efisiensi produksi yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih rendah.
Indonesia, alanjut Sivara, memiliki konsumen muda yang semakin sadar akan tren kecantikan dan perawatan pribadi. Melalui kerja sama, perusahaan kosmetik Thailand dapat memanfaatkan pasar yang berkembang ini untuk memperkenalkan produk inovatif mereka, sementara perusahaan Indonesia dapat mengakses teknologi dan penelitian terbaru dari Thailand.
"Dengan mengoptimalkan peluang-peluang kerja sama ini, Thailand dan Indonesia dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan dalam industri kosmetik dan perawatan pribadi, serta menghadapi persaingan global dengan lebih baik," tuturnya.
Baca juga : Thailand Gelar Forum Bisnis Kecantikan, Jajaki Kerja Sama Penelitian dan Pemasaran Lintas Negara
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, akan terus membuka konektivitas bisnis dengan menjalin kerja sama dan kemitraan dengan para pengusaha mancanegara.
Menurut founder PT Suri Nusantara Jaya Group ini, dalam pertemuan tersebut bisa saling berbagi pengalaman serta peluang-peluang berkolaborasi antara pengusaha Indonesia dan Thailand.
“Kami juga nanti dapat masukan untuk bagaimana bisnis kosmetik dan personal care yang selama ini sudah berjalan di Thailand. Begitu juga kita bisa paparkan bagaimana peluang-peluang untuk di Indonesia. Sekarang zamannya kolaborasi, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk itu, momentum ini tidak boleh dilewatkan,” cuap Diana.
Baca juga : Pasar Kosmetik Thailand Menggeliat, Siap Ekspansi di ASEAN
Sebagai gambaran, berdasarkan data, pada 2022, nilai pasar kosmetik mewah dan wewangian di Thailand mencapai sekitar US$487 juta. Proyeksi menunjukkan bahwa pendapatan dari segmen kosmetik di pasar kecantikan dan perawatan pribadi di Thailand akan terus meningkat antara 2023 dan 2027, dengan kenaikan sebesar US$186,7 juta (+25,61 persen). Diperkirakan pendapatan ini akan mencapai US$915,56 juta pada 2027.
Selain itu, pertumbuhan ekspor kosmetik Thailand juga menarik perhatian. Diperkirakan ekspor kosmetik akan mencapai US$2,6 miliar pada 2026, meningkat dari US$2,3 miliar pada 2021. Proyeksi ini menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 2,2% year-on-year. Bahkan, sejak 1994, pasokan negara ini telah tumbuh dengan rata-rata 4,9% per tahun. (Z-5)
Baca juga : WeTV dan RTV Tayangkan 'Chuang Asia Thailand' Khusus Penggemar Indonesia
Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Pemanfaatan tanaman dalam bidang kosmetik harus melestarikan kearifan lokal dan membuka jalan bagi produk hilir bernilai ekonomi tinggi
SICS merupakan transformasi dari Himpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia (HIKI), yang didirikan pada 14 Desember 1986 dan diaktifkan kembali pada 29 April 2025.
Sejumlah korban telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk membuat laporan telah ditipu seorang pemilik usaha bulu mata
Peserta INA-LAC Business Misson 2025 melakukan kunjungan (company visit) ke sejumlah calon mitra bisnis di Sao Paulo, Brasil.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti pentingnya hubungan budaya dalam kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menegaskan posisi Todak Academy sebagai salah satu pemimpin regional dalam pengembangan talenta digital masa depan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting penerapan sanksi sosial sebagai alternatif hukuman pidana,
Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved