Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Melati Putih: Dari Puspa Bangsa Menuju Primadona Industri Biokosmetik Dunia

Basuki Eka Purnama
05/1/2026 12:34
Melati Putih: Dari Puspa Bangsa Menuju Primadona Industri Biokosmetik Dunia
Ilustrasi(Freepik)

SIAPA yang tidak mengenal melati putih? Bunga dengan nama latin Jasminum sambac ini merupakan flora identitas Indonesia yang menyandang gelar ‘Puspa Bangsa’. 

Namun, di balik keindahan dan aroma khasnya, melati putih ternyata menyimpan potensi ekonomi dan kesehatan yang jauh lebih besar dari sekadar bunga upacara.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Ani Kurniawati, mengungkapkan bahwa melati jenis ini kini menjadi incaran industri minyak atsiri dan kosmetik. Hal ini didasari oleh karakteristik tanaman yang unggul dan permintaan pasar yang terus tumbuh.

"Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri," ungkap Prof. Ani dalam keterangan resmi dikutip Media Indonesia, Senin (5/1)

MI/HO--Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Ani Kurniawati

Potensi di Tengah Tren Biokosmetik

Saat ini, tren kosmetik berbasis bahan alam atau biokosmetik sedang berkembang pesat di tingkat global. Prof Ani mencatat bahwa pasar biokosmetik alami diperkirakan akan mencapai nilai fantastis, yakni lebih dari US$54,5 miliar pada 2027. 

Indonesia, melalui melati putih, memiliki peluang besar untuk mengambil peran utama dalam pasar tersebut.

Menurut peneliti komoditas bahan baku kosmetik ini, kandungan bioaktif dalam melati putih memiliki fungsi yang sangat lengkap untuk perawatan kulit. 

"Melati putih menjadi salah satu bahan potensial dari Indonesia karena kandungan bioaktifnya yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antiaging, serta pencerah kulit," paparnya.

Selain melati, IPB University juga tengah melakukan kajian agronomi terhadap sejumlah tanaman lain yang berpotensi sebagai bahan baku kosmetik, seperti kenanga, kulit manggis, jintan hitam (habbatussauda), umbi bengkuang, nilam, jahe, dan kunyit.

Manfaat Kesehatan dan Sebaran Produksi

Selain untuk kecantikan, melati putih juga menyimpan segudang manfaat kesehatan yang telah dirangkum dari laman digitani.ipb.ac.id. 

Aromanya yang menenangkan terbukti efektif membantu meredakan stres. Secara medis, penelitian menunjukkan adanya sifat antioksidan pada melati yang berperan memperlambat proses penuaan sekaligus membantu mengurangi risiko kanker. Bahkan, bunga ini sejak lama digunakan sebagai penghilang bau badan alami.

Di Indonesia, melati putih umumnya tumbuh subur di daerah beriklim hangat. Saat ini, sentra penanaman melati banyak terpusat di wilayah Jawa Tengah, meliputi Tegal, Pemalang, dan Batang. Selain itu, Jawa Timur juga menjadi produsen utama, khususnya di wilayah Pasuruan dan Pamekasan, Madura.

Prof Ani berharap eksplorasi terhadap jenis-jenis melati lainnya dapat terus dikembangkan. Harapannya, melati tidak hanya berhenti sebagai tanaman hias atau kebutuhan ritual, tetapi mampu bertransformasi menjadi tulang punggung industri kesehatan dan kosmetik nasional yang berdaya saing global. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya