Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMU Nikuba, Aryanto Misel mengungkapkan, pihak Ferarri antusias mengetahui penemuan bahan bakar yang terbuat dari air hasil temuannya.
"Pihak otomotif di Milan antusias sekali mendengar temuan ini," kata Aryanto.
Seperti diketahui, eksperimen Aryanto menemukan Nikuba berawal dari keprihatinannya melihat tukang ojek yang harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli BBM.
Baca juga : Tanggapi Nikuba, BRIN: Air Belum Bisa Gantikan Fosil jadi Bahan Bakar
Cara kerja Nikuba yakni dengan mengubah atau konverter dari air ke hidrogen yang kemudian langsung disalurkan ke ruang pembakaran. Dengan demikian air yang telah diproses bisa digunakan menjalankan mesin sepeda motor.
Aryanto yang juga sempat diundang oleh perusahaan otomotif asal Milan, Ferarri, kemudian menceritakan perjalanannya di sana. Ia membeberkan, dalam pertemuan dengan pihak Ferarri di Milan, ia mempresentasikan temuan Nikuba itu. Dan mereka mengaku antusias dengan temuan Aryanto.
Disebutnya, peneliti di Ferarri sebenarnya kini tengah mengembangkan penelitian mengenai bahan bakar mobil dari air dan telah membeli alat dari Rumania, tapi mereka masih belum menemukan titik cerah dari penelitian itu hingga saat ini.
Baca juga : Hasilkan Nol Emisi, Penemuan Nikuba Perlu Diuji Lebih Detil
"Dari Rumania itu alat yang mereka beli gak bisa untuk menghidupkan apalagi menjalankan motor. Akhirnya saya ke laboratorium untuk membuka formula Nikuba, tapi hanya 50% yang saya berikan di sana," jelas Aryanto.
Aryanto pun menyebut ia tidak mau membuka formula yang telah ditemukannya secara 100%. Pasalnya, belum ada perjanjian kerja sama yang jelas antara dia dan Ferarri.
"Nanti mereka Agustus berencana untuk datang ke Indonesia. Tapi saya merasa keberatan karena kalau membuka resep itu kan bagaimana kompensasinya?" tanyanya.
Baca juga : BRIN akan Fasilitasi Riset Nikuba
Saat berada di Milan, ia mengaku ada pihak BRIN yang datang dan meghampiri dia. Aryanto pun bingung, pasalnya ia tidak pernah membuat janji dengan pihak BRIN.
"Sebenarnya haknya BRIN untuk bicara apapun. Tapi sekarang saya sudah ada pesanan rutin dari Kodam III/Siliwangi. Dan belum lama saya sudah mendapatkan pesanan lagi dari sana," ungkapnya.
Ke depan, ia berencana untuk menjual temuan Nikuba itu kepada pihak luar negeri seharga Rp15 miliar.
Baca juga : Sainz Bertekad Fokus di Musim Terakhirnya Bersama Ferrari
"Kalau dia mau, silakan, tapi kalau gak mau bubar. Saya kemarin ke Milan agak kecewa, ada orang BRIN, lalu tidak ada kejelasan mengenai kompensasi dan lain-lain," kata dia.
Aryanto merasa percaya diri. Pasalnya bukan kali ini saja ia menciptakan inovasi. Beberapa karyanya seperti rompi antipeluru yang terbuat dari sabut kelapa juga telah dijual ke Hongkong. (Z-5)
Baca juga : Protes Petani di Belanda: Jalanan Ditutup dan Kebakaran
Sejumlah astronom menemukan cadangan air terbesar yang pernah diketahui di alam semesta. Lautan ini ditemukan di sebuah quasar raksasa yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Dalam uji cobanya, para peneliti menempatkan sampel material penyerap dalam ruangan dengan tingkat kelembapan yang berbeda-beda.
PERUSAHAAN air minum dalam kemasan (AMDK) mesti melakukan konservasi air melalui penanaman pohon, perawatan daerah aliran sungai (DAS), dan penguatan area resapan air.
KEBERHASILAN Depo Air Minum Biru didorong oleh tiga faktor utama. Apa saja itu?
Air mineral dalam kemasan Aqua berkomitmen dalam menjaga lingkungan dan menghadirkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
SEBELUM menentukan sumber air bakunya, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) mengeluarkan biaya mahal. Kenapa?
BRIN menyatakan pihaknya siap memfasilitasi riset anak bangsa. Hal itu diwujudkan dalam program bernama Fasilitasi Usaha Mikro Berbasis IPTEK.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa pihaknya masih terbuka untuk melakukan fasilitasi penelitian Nikuba karya Aryanto Misel.
"Bisa (air jadi BBM), kalau fosilnya sudah habis. Mau tidak mau salah satu alternatif adalah air," ungkap Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Haznan Abimanyu
PENEMUAN Nikuba, bahan bakar kendaraan bermotor yang ditemukan oleh masyarakat Cirebon, Provinsi Jawa Barat, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Sikap Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap karya ilmiah Aryanto Misel dikritik. BRIN dianggap meremehkan temuan bahan bakar alternatif bernama Nikuba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved