Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Formula 1 Carlos Sainz mengatakan dirinya fokus untuk menjalani musim terakhirnya bersama Ferrari.
Sainz akan mengakhiri kontraknya bersama tim Formula 1 asal Italia itu pada akhir 2024 dan posisinya digantikan Lewis Hamilton, yang baru-baru ini mengumumkan hengkang dari tim Mercedes dan akan membalap bersama Ferrari mulai 2025.
"Scuderia Ferrari dan saya akan berpisah pada akhir 2024. Kami masih memiliki musim yang panjang di depan kami dan seperti biasanya saya akan memberikan yang terbaik untuk tim dan penggemar di seluruh dunia," kata Sainz, dikutip Selasa (6/2).
Baca juga : Lewis Hamilton Ingin Akhiri Kiprah di Mercedes dengan Apik
Dengan ini, Sainz, yang telah membalap bersama Charles Leclerc di Ferrari sejak musim 2021, harus pindah ke tim lain untuk melanjutkan perjalanannya di olahraga tersebut setelah akhir tahun ini.
Mengenai masa depannya di ajang balap mobil kelas premier ini, pembalap asal Spanyol itu mengatakan akan mengumumkannya pada waktu yang ia rasa tepat.
Sainz melakukan debut di Formula 1 bersama Toro Rosso pada 2015, menghabiskan hampir tiga musim bersama tim, sebelum akhirnya pindah ke Renault dan kemudian McLaren.
Baca juga : Era Lewis Hamilton di Mercedes Berakhir, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya
Ia lalu pindah ke Ferrari pada 2021 dan meraih posisi pole pertamanya sekaligus kemenangan grand prix di Sirkuit Silverstone, Inggris, satu tahun kemudian.
Sejak saat itu, ia menambah empat posisi pole dan satu kemenangan lagi. Kemenangan terbarunya terjadi di GP Singapura musim lalu ketika ia meraih satu-satunya kemenangan non-Red Bull pada 2023.
Sesi uji coba pramusim Formula 1 untuk tahun ini akan berlangsung selama tiga hari di Bahrain pada 21-23 Februari.
Baca juga : Lewis Hamilton akan Tinggalkan Mercedes dan Bergabung dengan Ferrari pada 2025
Setelah itu, Formula 1 musim 2024 akan dibuka di Bahrain pada 29 Februari hingga 2 Maret. (Ant/Z-1)
Carlos Sainz mengamankan posisi ketiga setelah finis di belakang pembalap Red Bull Max Verstappen dan pembalap Mercedes George Russell di GP Azerbaijan yang berlangsung di Sirkuit Baku.
Carlos Sainz merasa telah menyesuaikan sejumlah kultur dan gaya kerja di Williams meski ia merasa terdapat perbedaan mencolok antara timnya sebelumnya dengan yang saat ini.
Semangat itu muncul ketika Carlos Sainz dan Alexander Albon menjajal FW47 untuk pertama kalinya dalam uji coba di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Desember lalu.
Carlos Sainz menggantikan Sebastian Vettel sebagai rekan setim baru Charles Leclerc di Ferrari itu pada 2021.
Carlos Sainz mengakui sempat sakit hati karena Ferrari tidak memperpanjang kontraknya dan malahan menggaet juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton untuk berlaga di Formula 1 musim 2025.
Carlos Sainz, kini, menempati peringkat kelima klasemen dengan 240 poin. Verstappen, yang finis posisi keenam di Meksiko, masih berada di puncak dengan 362 poin.
Arthur Leclerc akan membawa mobil Ferrari SF-25 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi menggantikan posisi Lewis Hamilton.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Lewis Hamilton mengungkapkan bahwa kondisi pengereman sangat sulit dikendalikan dan menyebabkannya dalam kondisi yang sering kehilangan kendali di GP Las Vegas.
Charles Leclerc tampil begitu kesulitan sepanjang kualifikasi dan harus menempati posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton harus puas berada di posisi buncit.
Rumor mengenai masa depan Hamilton mulai mencuat setelah penampilan mengecewakan di GP Meksiko bulan lalu.
Semenjak didatangkan Ferrari, awal musim ini, Lewis Hamilton belum memenangkan satu pun balapan hingga seri ke-20 musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved