Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa pihaknya masih terbuka untuk melakukan fasilitasi penelitian Nikuba karya Aryanto Misel.
"Jika ada peluang melanjutkan komunikasi kita yang terdahulu, ya, siap saja. Saya juga sudah pernah menghubungi beliau tapi belum ada respon," kata Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BRIN Dadan Nugraha di kantor BRIN, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).
Dadan menegaskan, di awal temuan Nikuba viral, pihak BRIN juga pernah bertemu dengan Aryanto. Di sana, Aryanto pun disebut belum membuka peluang untuk menguji risetnya lebih jauh dengan BRIN.
Baca juga : Tanggapi Nikuba, BRIN: Air Belum Bisa Gantikan Fosil jadi Bahan Bakar
Ia juga membantah pernyataan Aryanto yang merasa tidak dihiraukan oleh pemerintah.
Baca juga : Hasilkan Nol Emisi, Penemuan Nikuba Perlu Diuji Lebih Detil
"Ya, saya tidak tahu konteks dikucilkan seperti apa. Yang jelas kita tidak ada pretensi mengucilkan. Malah kita menawarkan apa yang bisa BRIN dukung bantu dan menyempurnakan produknya. Kalau beliau punya perasaan seperti itu, ya tidak tahu apa dasarnya," beber dia.
Namun, BRIN belum bisa memastikan apakah temuan Aryanto itu merupakan sebuah inovasi. Pasalnya, mereka belum melihat lebih detil temuan tersebut.
"Kami belum pernah melihat secarq langsung teknologi apa yang diginakan Nikuba karena beliau tidak mau membuka. Kami sudah menawarkan kalau butuh pengujian, tempat kami terbuka," kata Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Haznan Abimanyu. (Z-8)
Di luar kendala administratif, tantangan terbesar bagi partai pendatang baru adalah segmentasi pemilih yang sudah terkunci pada partai-partai lama.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
BRIN menyatakan pihaknya siap memfasilitasi riset anak bangsa. Hal itu diwujudkan dalam program bernama Fasilitasi Usaha Mikro Berbasis IPTEK.
"Bisa (air jadi BBM), kalau fosilnya sudah habis. Mau tidak mau salah satu alternatif adalah air," ungkap Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Haznan Abimanyu
PENEMUAN Nikuba, bahan bakar kendaraan bermotor yang ditemukan oleh masyarakat Cirebon, Provinsi Jawa Barat, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Sikap Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terhadap karya ilmiah Aryanto Misel dikritik. BRIN dianggap meremehkan temuan bahan bakar alternatif bernama Nikuba.
Cara kerja Nikuba yakni dengan mengubah atau konverter dari air ke hidrogen yang kemudian langsung disalurkan ke ruang pembakaran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved