Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya Pemerintah dalam meningkatkan jumlah dan kualitas wirausaha di Indonesia melalui program graduasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Prakerja.
Melalui program ini, para alumni Program Kartu Prakerja yang memiliki minat atau telah menjadi wirausaha diberikan kemudahan untuk mengajukan KUR di BNI dengan cepat, mudah, dan biaya yang terjangkau.
BNI sebagai agent of development berperan melakukan pengelolaan rekening pemerintah Dana Kartu Prakerja dan mitra pembayaran dana insentif Program Kartu Prakerja bersama mitra e-wallet,
Baca juga: Peringati HUT Ke-77, BNI Hadirkan Tujuh Promo Seru
BNI juga berperan sebagai penyalur KUR bagi para alumni Prakerja. Adapun program KUR Prakerja telah diluncurkan oleh Pemerintah sejak tahun 2021.
Alumni Program Kartu Prakerja Jadi Wirausaha
Program KUR Prakerja bertujuan untuk mendorong semakin banyak alumni Program Kartu Prakerja untuk menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Dalam menghadapi bonus demografi yang akan dialami Indonesia dalam beberapa tahun mendatang, peningkatan jumlah wirausaha yang mampu membuka lapangan kerja yang luas menjadi prioritas utama.
Baca juga: Kartu Prakerja Beri Dampak Positif bagi 16,4 Juta Peserta
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI berkomitmen untuk menyediakan solusi perbankan end-to-end yang mendukung Alumni Prakerja dalam mencapai graduasi.
"BNI memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung Pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan jumlah wirausaha di Indonesia melalui program graduasi KUR Prakerja," ujar Okki.
BNI, lanjut Okki berkomitmen untuk terus memberikan solusi perbankan yang inklusif, baik dalam hal transaksi maupun pembiayaan, bagi para alumni Kartu Prakerja dengan menghadirkan layanan KUR BNI mulai dari Super Mikro, Mikro, hingga KUR Kecil.
Baca juga: Ciptaker dan Kartu Prakerja Saling Topang untuk Hadapi Resesi Global
Dia mencontohkan, para Alumni Program Kartu Prakerja yang merupakan pengusaha baru dapat mengajukan KUR Super Mikro untuk tambahan modal usaha.
Skema KUR Super Mikro ini memiliki perbedaan dengan skema KUR pada umumnya karena tidak mensyaratkan minimal lama usaha.
Meski demikian, calon penerima KUR Super Mikro yang belum memiliki usaha selama 6 bulan diwajibkan mengikuti program pelatihan atau pendampingan usaha.
"Ke depannya BNI akan terus berupaya memberikan solusi perbankan end-to-end bagi para alumni Prakerja, baik dalam hal transaksi maupun pembiayaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan kualitas wirausaha di Indonesia," pungkasnya. (RO/S-4)
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved