Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa perekonomian Indonesia diperkirakan akan tetap mampu untuk terus melanjutkan proses pemulihan pascapandemi walaupun kondisi global saat ini tengah diterpa ancaman resesi.
Menurut Bhima, pertumbuhan positif ini didorong oleh semakin pulihnya daya beli masyarakat pascapandemi dan juga dikarenakan kenaikan harga beberapa komoditas.
"Kinerja ekonomi yang baik saat ini lebih ditopang oleh pemulihan mobilitas dan daya beli masyarakat pascapandemi dan kenaikan harga komoditas," ujar Bhima kepada Media Indonesia, Kamis (29/6).
Baca juga : Pemerintah Didorong Perkuat Ekonomi Domestik
Lebih lanjut, untuk mempertahankan tren positif ini, Bhima menyarankan agar pemerintah untuk segera memperkuat industri manufaktur dan mencoba bergeser dari ketergantungan ekspor komoditas.
Kemudian, lanjut Bhima, pemerintah juga harus melakukan penguatan pada sektor industri dan diversifikasi tujuan ekspor dengan stimulus dalam bentuk paket kebijakan.
Baca juga : Pelaku UMKM Didorong Manfaatkan Teknologi Dalam Pemasaran Produk
Selain itu, konsumsi domestik juga perlu dijaga dari inflasi dan kenaikan suku bunga sehingga laju pemulihan ekonomi bisa merata di seluruh kategori konsumen
"Tentunya hal ini dapat membantu mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini. Pemerintah tentunya harus mengutamakan penguatan di dalam negeri," tuturnya. (Z-5)
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Di tengah isu pelemahan daya beli, kelas menengah dinilai masih kuat. Hal ini mendorong realisasi investasi properti Rp1 triliun di Bekasi.
Ekonom menilai ketiadaan diskon tarif listrik pada paket stimulus ekonomi kuartal I 2026. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat,
Melambatnya pertumbuhan tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta mencerminkan adanya tekanan pada sisi pendapatan, khususnya yang dirasakan kelas menengah.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
PEREKONOMIAN DKI Jakarta mencatatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved