Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) melalui unit bisnisnya, Jenius dari Bank BTPN dan BTPN Sinaya, memberdayakan nasabah dalam pengelolaan dana investasi.
Melalui unit bisnis BTPN Sinaya, Bank BTPN menawarkan berbagai produk investasi untuk memenuhi kebutuhan investor dengan profil risiko yang disesuaikan dengan profil investor dan dikelola oleh manajer investasi terpercaya.
"Besarnya peran platform digital dalam peningkatan tren investasi bagi Gen Y dan Gen Z mendorong Jenius berinovasi menghadirkan kemudahan investasi dalam satu aplikasi," ungkap Digital Banking Acquisition, Service, and Marketing Head Bank BTPN Anita Ekasari melalui siaran persnya, Rabu (28/6).
Baca juga: Investasi Saham dan Reksadana Makin Populer di Kalangan Gen Z dan Y
Secara tren, jumlah pengguna Jenius meningkat 21% menjadi 4,6 juta per Maret 2023 dari 3,8 juta pada periode sama tahun lalu. Dari pengguna Jenius, pengguna kalangan Gen Y dan Gen Z pun terus meningkat.
Adapun total asset under management (AUM) dari produk investasi yang dikelola Jenius meningkat pesat dari Rp7,9 miliar pada akhir Maret 2022 menjadi Rp25,8 miliar pada akhir Maret 2023.
"Sejak produk investasi reksa dana meluncur di aplikasi Jenius pada Januari 2022, jumlah pengguna yang berinvestasi melalui aplikasi Jenius pun terus meningkat," kata Anita.
Secara total, jumlah pengguna Jenius yang berinvestasi reksa dana melalui aplikasi Jenius meningkat menjadi lebih dari dua kalinya pada akhir Maret 2023 dibandingkan periode sama tahun lalu.
"Dari seluruh investor reksa dana di aplikasi Jenius, lebih dari 90% terdiri dari investor kalangan Gen Y dan Gen Z," ujar Anita.
Baca juga: Investasi Kuartal I 2023 Capai Rp328,9 T, Didominasi Modal Asing
Menurut Anita, tingginya minat investor muda harus diapresiasi.
“Sebagai penyedia berbagai instrumen investasi, kami juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi bagi investor muda melalui berbagai langkah edukasi dalam aplikasi dan luar aplikasi,” jelas Anita.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi calon investor atas pilihan produk investasi, khususnya bagi investor pemula, Jenius memberikan beberapa pertanyaan guna membantu investor memahami profil dan tujuan investasi hingga produk investasi yang sesuai.
Hal ini membantu para investor untuk mengetahui tingkat toleransi terhadap risiko investasi dan komposisi kategori produk yang sesuai.
Baca juga: Tips Investasi, Mayoritas Milenial dan Gen Z Pilih Sektor Properti
"Tak hanya itu, aplikasi Jenius memungkinkan investor melihat berbagai referensi komposisi sebelum berinvestasi berdasarkan profil risiko investor, update terbaru pergerakan saham, tren pertumbuhan ekonomi dan lainnya sebagai bagian edukasi meningkatkan kesadaran investor atas kondisi pasar," jelas Anita.
Jenius juga berkolaborasi dengan Sinaya Prioritas untuk menghadirkan layanan digital banking priority yang bisa dinikmati nasabah melalui aplikasi Jenius.
Dengan hadirnya layanan ini, nasabah bisa menikmati beragam kemudahan mengelola life finance secara daring dengan menggunakan berbagai fitur di aplikasi Jenius.
"Termasuk untuk memantau perkembangan dana simpanan dan investasi, serta melakukan transaksi perbankan dan investasi kapan pun dan di manapun," tutup Anita. (RO/S-2)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dipilih oleh DPRD.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
Merespons bullying, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar 'Gen Z Fest: The Next Wave of Digital Natives' di Jakarta (18/12)
Di tengah perekonomian yang makin kompleks dan layanan keuangan digital yang berkembang pesat, literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi generasi muda Indonesia.
Tahun depan, perusahaan akan semakin berkonsentrasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
GENERASI Z (Gen Z), tercatat mendominasi pemanfaatan Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI) dalam keseharian, bahkan untuk mengerjakan tugas sekolah atau kuliah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved