Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjadi pengusaha atau orang sukses kerap diawali dengan sebuah mimpi dan kerja keras. Hanya dengan hitungan jari pengusaha atau orang sukses yang tidak menapakinya dengan penuh kerikil tajam.
Baca juga : Sukarelawan Ini Perkuat Peran Perempuan Untuk Berwirausaha di Pontianak
Hal inilah yang juga terjadi pada sosok pengusaha muda, Reza Darmawan, 29. Pria itu kini menjadi seorang pengusaha sukses yang fokus berbisnis dan menjadi investor. Padahal ia berasal dari keluarga sederhana saja.
Pria kelahiran Magelang ini pernah enam tahun menjadi eksekutif di perusahaan startup fintech, diantaranya pencetus PayLater Traveloka dan direksi di perusahaan fintech Fazz Financial, StraitsX. Ia juga pendiri dari perusahaan software platform bernama POST.app.
Baca juga: Aplikasi Fintech Julo Luncurkan Fitur Biaya Pendidikan
Kini, jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini fokus berbisnis di sektor riil terutama trading komoditas seperti distribusi daging, distribusi minyak diesel industri (solar), dan pengadaan. Selain itu, ia juga fokus menjadi investor dengan mendirikan Hanglekiu Group, sebuah holding perusahaan private investment dengan total investasi setahun terakhir sekitar US$20 juta.
"Jiwa entrepreneurship saya dimulai dari SMA dengan berdagang dan membiayai biaya sekolah sendiri. Saya berdagang sepatu sandal dan katering sejak SMA. Bisa dibilang saya salah satu tulang punggung keluarga usai orang tua memutuskan berpisah," cerita Reza di Jakarta, baru-baru ini.
Hal di atas itu pun diteruskannya saat ia menimba ilmu di ITB. Reza tetap menjalankan bisnisnya dari nol tanpa melupakan studinya di jurusan Teknik Elektro. Ia menjadi salah satu mahasiswa terbaik ITB di 2016 dan kerap berkompetisi serta mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar ke luar negeri. "Setelah lulus kuliah saya mengawali karir sebagai software sales di Singapura dan Kuala Lumpur. Ini juga saya mulai dari nol," papar pria kelahiran 29 April 1994 ini.
Ia pun tak lepas dari kerugian saat berbisnis. Miliaran rupiah pernah lenyap darinya akibat ditipu rekan bisnis. Bukan hanya sekali, tapi sampai tiga kali.
"Yang kita ambil hikmah dan pelajarannya, dari kegagalan pertama, kedua dan ketiga kalau nggak bangkit lagi ya hancur," beber penyuka olahraga ekstrim seperti surfing, diving, skateboard, snowboard dan crossfit ini.
Dengan semangat untuk bangkit inilah, perlahan ia berhasil kembali menjadi pengusaha sukses. Kini, lewat Hanglekiu Group, dirinya mampu menjadi pengusaha sukses kembali.
"Kuncinya menjadi pengusaha sukses adalah dengan terus mencari peluang dan memperluas network/jaringan. Jangan lupa, tetap jaga kepercayaan dan reputasi, dan selalu berani bermimpi diiringi dengan usaha maksimal," beber penggemar moge dan mobil sport ini.
Sebagai pengusaha, Reza kini juga aktif berorganisasi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang Indonesia (KADIN), beberapa klub motor Harley Davidson dan klub Supercar. (B-4)
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Hipmi diminta turut aktif dalam menumbuhkan inovasi serta menciptakan lapangan kerja baru.
KONDISI industri tekstil saat ini telah mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan untuk melarang perdagangan thrifting atau pakaian bekas impor.
HIPMI dan HAI meluncurkan Elite Investment Club (EIC), platform kolaborasi investasi berbasis AI untuk memperkuat ekosistem pengusaha muda menuju Indonesia Emas 2045.
Hipmi melihat pentingnya menjaga kesinambungan industri agar jutaan pekerja dan petani tidak kehilangan mata pencaharian.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya resmi melantik kepengurusan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Jakarta Pusat periode 2025-2028
PERWAKILAN Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) sekaligus Secretary General of the International Economic Association Lili Yan Ing menegaskan target pertumbuhan ekonomi 2026 di angka 5,4% tidak bisa hanya mengandalkan konsumsi masyarakat.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai aturan pengupahan berpotensi memberikan tekanan terhadap pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Mukota bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk menyiapkan kepemimpinan dunia usaha yang visioner dan relevan dengan tantangan global.
Kampus didorong untuk menggeser orientasi dari sekadar mencetak pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Kadin Kota Tasikmalaya berkomitmen mengambil peran aktif sebagai fasilitator antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan mitra nasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved