Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Peningkatan alokasi KUR untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus diimbangi dengan upaya peningkatan keterampilan secara konsisten. Dengan begitu, pelaku UMKM mampu memanfaatkan setiap peluang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Berbagai peluang agar sektor UMKM di tanah air tumbuh dengan pesat sudah tersedia, tinggal masyarakat diberdayakan agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan setiap peluang usaha itu," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/3).
Catatan Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan pemerintah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) bagi sektor ini senilai Rp450 triliun pada 2023. Dana KUR tahun ini meningkat 20% jika dibandingkan dengan alokasi tahun lalu senilai Rp373 triliun.
Baca juga: Pegiat Ekonomi Kreatif Sambut Pemberian Ruang Partisipasi UMKM di IKN
Menurut Lestari, peningkatan alokasi KUR untuk sektor UMKM itu harus diimbangi dengan peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat dan sektor UMKM, agar mampu dan layak mengakses program pembiayaan tersebut.
"Tanpa kemampuan yang memadai dari masyarakat dan sektor UMKM dalam menjalankan usahanya, kemudahan pembiayaan yang tersedia tidak memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan UMKM," kata Lestari.
Baca juga: Kemenkop UKM Dorong Usaha Mikro Tingkatkan Tata Kelola dan Manajemen Keuangan
Sehingga, tambah Rerie, menggalakkan kembali pelatihan-pelatihan usaha bagi masyarakat dan peningkatan keterampilan digital para pengusaha UMKM adalah salah satu langkah yang strategis dalam upaya memanfaatkan sejumlah program pembiayaan yang ditawarkan Pemerintah. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengajak dunia usaha berkolaborasi dengan masyarakat dan Pemerintah dalam upaya memberi peningkatan keterampilan bagi pengusaha UMKM di tanah air.
Dengan ketersediaan pembiayaan dan kemampuan yang memadai dari masyarakat untuk menjalankan usaha, Rerie berharap, sektor UMKM nasional mampu menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Bila perekonomian nasional mampu tumbuh dan berkembang dengan baik, Rerie yakin cita-cita para pendiri negeri ini untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dapat terwujud.
(Z-9)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Langkah penambahan keterampilan baru pada peserta didik harus konsisten direalisasikan sebagai bagian dari sistem pendidikan yang adaptif.
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai perayaan Imlek merupakan momentum strategis untuk mengakselerasi proses pembangunan.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadiri pembukaan pameran lukisan bertema “LOVE” karya Sonja Irawaty di Jakarta untuk membangkitkan semangat dan kepedulian.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendorong percepatan akses bagi penyandang disabilitas agar mereka dapat berperan aktif dalam setiap tahapan pembangunan nasional.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved