Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR kembali digerakkan oleh persepsi terkait dengan inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga. Pelaku pasar dan investor masih belum bisa menerima bahwa inflasi belum terkendali sepenuhnya, dan ruang kenaikan tingkat suku bunga The Fed juga terbuka lebar.
Alhasil, indeks Dow Jones turun 2,06%, penurunan terburuk sejak 15 Desember 2022. Begitu juga dengan S&P 500 turun hingga 2%, terburuk sejak 15 Desember 2022.
“Semua sektor berakhir dengan penurunan, Nasdaq turun sebesar 2,5%. Padahal inflasi sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan situasi dan kondisi di tahun yang lalu,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, Rabu (22/2).
The Fed bereaksi dan mengatakan di dalam setiap pidatonya, bahwa kenaikan tingkat suku bunga masih berpeluang terjadi. Dalam Fed Plotnya, The Fed memperlihatkan kenaikan tingkat suku bunga hingga 5% - 5,5% pada tahun 2023 ini.
Baca juga: IHSG Ditutup Sedikit Menguat saat Investor Khawatirkan The Fed
Jadi kalaupun Inflasi belum terkendali penuh, dan tingkat suku bunga masih berpeluang naik, ini sesuatu yang sudah dikatakan sedari awal. Rasa khawatir akan selalu ada, tapi tentu pasar dapat beradaptasi.
“Tidak hanya pasar saham, imbal hasil US Treasury 10y pun naik menjadi 3,95%. Hal ini akan memberikan tekanan kepada pasar saham dan obligasi dalam negeri pada hari ini,” kata Nico.
Hal pelaku pasar dan investor khawatir The Fed segera menaikkan tingkat suku bunga, yaitu data PMI Manufacturing, Composite, dan Services terlihat meningkat.
Hal ini menunjukkan perekonomian yang tangguh, dan memberikan keyakinan kepada pelaku pasar dan investor, bahwa ketenagakerjaan yang kuat, diikuti dengan fundamental ekonomi yang kuat, justru malah akan mendorong The Fed menaikkan tingkat suku bunga.
Pengumuman pertemuan The Fed FOMC Meeting Minutes, data pertumbuhan ekonomi Amerika kuartal IV 2022 akan menjadi perhatian pelaku pasar, juga data Personal Income dan Spending yang diperkirakan akan naik, sehingga akan membuat Inflasi menjadi lebih kuat.
“Data Inflasi dari Eropa yang yang diproyeksikan meningkat dari sebelumnya dengan proyeksi naik pada rentang 8,4 – 8,7%. 2 hari ini akan menjadi hari yang sulit bagi pasar, namun situasi dan kondisi akan berubah,” kata Nico. (OL-17)
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
IHSG hari ini (23/2/2026) melonjak 1,50% ke level 8.396,08. Simak analisis dampak pembatalan tarif Donald Trump oleh MA AS terhadap pasar modal Indonesia.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
IHSG hari ini (20/2/2026) ditutup melemah di posisi 8.271,77. Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran di Timur Tengah terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,44% ke level 8.274,08. Sektor teknologi anjlok paling dalam saat BI tahan suku bunga di 4,75%. Cek detail pasarnya di sini.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved