Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Sukamto menyampaikan dengan penambahan anggaran Dana Keistimewaan (Danais) di DIY diharapkan dapat menambah kesejahteraan masyarakatnya.
Pasalnya, Provinsi DIY, dalam rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2022, memiliki angka kemiskinan tertinggi se-Pulau Jawa.
“Dengan penambahan anggaran (dana keistimewaan), saya menginginkan masyarakat di DIY bisa sejahtera, yakni bisa juga anggaran tersebut diberikan kepada lurah-lurah desa, ataupun kepala dusun sebagai penghubung masyrakatnya,” kata Sukamto usai Banggar DPR RI melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dan jajaran pemerintah daerah di ruang pertemuan Kantor Gubernur DIY, Selasa (14/2).
Sejujurnya, Sukamto merasa prihatin dengan tingginya angka kemiskinan di DIY. Karena itu, ia berkomitmen akan terus berupaya bisa menambah anggaran agar bisa membantu menyejahterakan masyarakat DIY.
“Saya akan mengupayakan penambahan anggaran tahun depan, karena melihat di Yogyakarta ini merupakan daerah istimewa," jelasnya.
"Yang banyak didatangi mahasiswa dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia bahkan dari negara luar (negeri) pun bersekolah di salah satu universitas terkemuka. Dengan demikian saya sebagai (anggota dewan dari) dapil sini, prihatin kalo disini menjadi provinsi termiskin,” jelas Politisi Fraksi PKB itu.
Baca juga: Pemberantasan Kemiskinan Bagaikan Jauh Panggang dari Api
Ia menilai kemiskinan yang terjadi di DIY karena Yogyakarta adalah wilayah yang kecil, di mana tidak memiliki keberlimpahan Sumber Daya Alam (SDA) meski memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM).
Karena itu, ia menegaskan, DIY tidak semata-mata dimiliki orang Yogyakarta saja namun para mahasiswa yang menuntut ilmu.
Namun, pasca lulus, para mahasiswa tersebut tidak bekerja di DIY melainkan kembali ke kota asalnya masing-masing. Hal inilah yang menurutnya menjadi penyebab DIY mendapat predikat sebagai provinsi termiskin di Pulau Jawa.
“Karena tidak ada SDA, sementara yang menjadi sumber kesejahteraan adalah bersumber dari para mahasiswa yang bersekolah DIY," ucapnya.
"Sedangkan, pada saat adanya wabah covid-19, mahasiswa-mahasiswi kembali ke kota masing-masing hanya melakukan virtual (perkuliahan), sehingga perputaran ekonominya melambat. Dengan demikian, saya berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anggaran di DIY untuk meretas kemiskinan,” ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan, untuk mengatasi kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan wisata. Sebagaimana diketahui, kondisi wisata DIY saat ini belum pulih akibat wabah penyakit covid-19.
Sehingga, hal ini menyebabkan pariwisata tidak bisa memberikan pemasukan daerah malah semakin memperbesar jurang kemiskinan di Yogyakarta. (RO/OL-09)
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
PRESIDEN Prabowo Subianto menekankan pentingnya integrasi program-program strategis pemerintah sebagai langkah percepatan pengentasan kemiskinan.
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
KPPOD menilai 25 tahun otonomi daerah menunjukkan kemajuan penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM, namun tren resentralisasi dan ketergantungan fiskal ke pusat menguat.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved