Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKU pasar dalam negeri menanti rilis data neraca perdagangan Indonesia Januari 2023 yang akan rilis hari ini Rabu (15/2).
Secara konsensus pasar, neraca perdagangan masih berlanjut surplus sebesar USD 3,35 miliar atau dengan melambat jika dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar USD 3,89 miliar.
Melambatnya surplus sering dengan penurunan impor, sejalan dengan penurunan ekspor yang dipengaruhi oleh siklus musiman di awal tahun, sehingga berdampak pada perlambatan surplus neraca perdagangan.
"Dengan masih berlanjut mencatatkan surplus, ini akan memberikan dampak positif akan ketahan ekternal ekonomi nasional sehingga akan menopang pemulihan ekonomi dalam negeri," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, Rabu (15/2).
Baca juga: Surplus Neraca Perdagangan Januari 2023 Turun Jadi US$3,43 Miliar
Pasar berharap sinergi antara pemerintah dan bank sentral terus diperkuat hal ini sebagai bentuk dalam menjaga ketahanan ekonomi dalam negeri di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional.
Namun, pelaku pasar dan investor juga tengah kecewa akibat data inflasi AS yang meski menurun tapi cukup alot.
"Setidaknya, data ekonomi Indonesia ini mampu mengobati rasa kecewa, dan memberikan daya tahan bagi pergerakan pasar hari ini," kata Nico. (Try/OL-09)
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
KEPALA Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai penutupan atau tersendatnya lalu lintas di Selat Hormuz merupakan guncangan yang cepat menular ke rantai pasok petrokimia global.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan Neraca Perdagangan Indonesia tidak akan menyempit akibat kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat (AS).
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved