Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai dana devisa hasil ekspor (DHE) berpotensi menjadi rebutan untuk pengembangan banyak sektor.
Oleh karena itu, pihaknya siap berjuang agar dana tersebut bisa kembali berputar untuk pengembangan sektor manufaktur. Hal tersebut disampaikan Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR pada Selasa (14/2).
Baca juga: Aturan Baru DHE bisa Tambah Cadev hingga US$50 Miliar
Adapun revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang DHE, akan mengatur lalu lintas dari dana DHE. Nantinya ada kewajiban bagi eksportir, khususnya DHE yang berasal berasal dari manufaktur, untuk merepatriasi dananya. Serta, melakukan retensi dan juga ada kewajiban konversi dari dolar ke rupiah.
Ketika revisi PP tersebut disahkan, maka wajib hukumnya dana DHE parkir di dalam negeri. Secara hitungan kasar Kementerian Perindustrian, dana DHE yang terparkir di sistem perbankan devisa domestik berkisar US$50 miliar.
"Pertanyaan besarnya, mau dibawa ke mana dana ini? Didistribusikan ke mana? Kami akan melakukan inisiatif untuk menerbitkan satu regulasi, yang intinya memanfaatkan DHE yang telah diatur dalam revisi PP 1/2019," jelas Agus.
Baca juga: Menkeu Sebut JICA Tertarik Lakukan Ekspansi di Proyek MRT
Ke depan, lanjut dia, akan terdapat dua regulasi, yaitu terkait pengaturan lalu lintas DHE dan pemanfaatan DHE. Menurutnya, ketentuan terkait pemanfaatan dana DHE akan rumit, karena menjadi rebutan oleh banyak sektor yang merasa paling penting.
"Kami akan fight supaya pemanfaatan dana DHE sebesar-besarnya akan dikembalikan pada sektor manufaktur," tuturnya.(OL-11)
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
Eksportir nasional akan menghadapi tantangan besar seiring kewajiban penempatan penuh Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank Himbara mulai 1 Januari 2026.
Pemerintah bakal meninjau dan mengubah kembali aturan Devisa Hasil Eskpor (DHE) atas komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Proyek prioritas di sektor hilirisasi dan ketahanan energi nasional dapat menekan penempatan dana ekspor atau devisa hasil ekspor (DHE) di luar negeri.
Ketua Rumah Sawit Indonesia, Kacuk Sumarto, khawatir kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) akan mengganggu stabilitas harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit.
Revisi terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan mampu memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pada perdagangan Kamis 23 Januari 2025, dibuka menguat 16 poin atau 0,10% menjadi Rp16.264 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.280 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved