Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai revisi terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan mampu memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah.
“Revisi PP DHE bisa secara drastis meningkatkan cadangan devisa kita. Tentunya, ini akan sangat berguna bagi intervensi Bank Indonesia. Cadangan devisa yang tinggi bisa mengurangi niat spekulator rupiah,” ujar Lukman di Jakarta, Rabu (5/2).
Masa penempatan DHE SDA disebut akan berlangsung selama satu tahun dan persentase DHE yang harus ditempatkan meningkat dari semula 30% menjadi 100%. Hal ini berpotensi menambah cadangan devisa Indonesia lebih dari US$90 miliar.
Pada Senin (3/2), kurs rupiah pada penutupan perdagangan sempat melemah hingga 144 poin atau 0,88% menjadi Rp16.448 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.304 per dolar AS.
Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi keputusan Presiden AS Donald Trump yang menandatangani perintah eksekutif penerapan tarif 25% atas barang-barang impor dari Kanada, Meksiko, dan 10% dari Tiongkok. Trump juga menyatakan bakal memberlakukan tarif untuk berbagai macam produk, termasuk aluminium, farmasi, hingga minyak dan gas.
Menurut Lukman, sejauh pelemahan rupiah tak drastis dan sejalan dengan mata uang lainnya, maka hal ini sangat normal dan dapat diterima, mengingat penguatan dolar AS yang menjadi faktor utama rupiah melemah.
Memasuki penutupan perdagangan hari Selasa (4/2), kurs rupiah kembali menguat hingga 97 poin atau 0,59% menjadi Rp16.351 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.448 per dolar AS. Penyebab penguatan rupiah adalah penundaan rencana Presiden AS Donald Trump memberlakukan kebijakan tarif perdagangan terhadap Kanada dan Meksiko, sehingga berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS. (Ant/Z-11)
BANK Indonesia (BI) mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 sebesar US$150,1 miliar atau sebesar Rp2.500,5 triliun (asumsi kurs Rp16.659).
BANK Indonesia (BI) mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2025 tercatat sebesar US$149,9 miliar atau setara Rp2.504 triliun (kurs Rp16.705 per dolar AS).
BANK Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 mencapai US$148,7 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp2.461 triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 berada di angka US$150,7 miliar.
Penurunan cadangan devisa Indonesia disebabkan oleh kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas untuk stabilitas rupiah.
Cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2025 tercatat sebesar US$152 miliar atau sekitar Rp2.482 triliun.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved