Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai revisi terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan mampu memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah.
“Revisi PP DHE bisa secara drastis meningkatkan cadangan devisa kita. Tentunya, ini akan sangat berguna bagi intervensi Bank Indonesia. Cadangan devisa yang tinggi bisa mengurangi niat spekulator rupiah,” ujar Lukman di Jakarta, Rabu (5/2).
Masa penempatan DHE SDA disebut akan berlangsung selama satu tahun dan persentase DHE yang harus ditempatkan meningkat dari semula 30% menjadi 100%. Hal ini berpotensi menambah cadangan devisa Indonesia lebih dari US$90 miliar.
Pada Senin (3/2), kurs rupiah pada penutupan perdagangan sempat melemah hingga 144 poin atau 0,88% menjadi Rp16.448 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.304 per dolar AS.
Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi keputusan Presiden AS Donald Trump yang menandatangani perintah eksekutif penerapan tarif 25% atas barang-barang impor dari Kanada, Meksiko, dan 10% dari Tiongkok. Trump juga menyatakan bakal memberlakukan tarif untuk berbagai macam produk, termasuk aluminium, farmasi, hingga minyak dan gas.
Menurut Lukman, sejauh pelemahan rupiah tak drastis dan sejalan dengan mata uang lainnya, maka hal ini sangat normal dan dapat diterima, mengingat penguatan dolar AS yang menjadi faktor utama rupiah melemah.
Memasuki penutupan perdagangan hari Selasa (4/2), kurs rupiah kembali menguat hingga 97 poin atau 0,59% menjadi Rp16.351 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.448 per dolar AS. Penyebab penguatan rupiah adalah penundaan rencana Presiden AS Donald Trump memberlakukan kebijakan tarif perdagangan terhadap Kanada dan Meksiko, sehingga berkontribusi terhadap pelemahan dolar AS. (Ant/Z-11)
BANK Indonesia (BI) mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 sebesar US$150,1 miliar atau sebesar Rp2.500,5 triliun (asumsi kurs Rp16.659).
BANK Indonesia (BI) mengungkapkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2025 tercatat sebesar US$149,9 miliar atau setara Rp2.504 triliun (kurs Rp16.705 per dolar AS).
BANK Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 mencapai US$148,7 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp2.461 triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2025 berada di angka US$150,7 miliar.
Penurunan cadangan devisa Indonesia disebabkan oleh kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas untuk stabilitas rupiah.
Cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2025 tercatat sebesar US$152 miliar atau sekitar Rp2.482 triliun.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Diskoneksi antara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.
Rupiah hari ini 20 Januari 2026 tertekan ke level Rp16.978 per Dolar AS. Cek kurs JISDOR dan harga jual dollar di BCA, Mandiri, BRI di sini.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga level Rp17.100 per dolar Amerika Serikat (AS)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved