Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Bahlil Lahadalia mengungkapkan 18 proyek prioritas di sektor hilirisasi dan ketahanan energi nasional dapat menekan penempatan dana ekspor atau devisa hasil ekspor (DHE) di luar negeri.
Proyek-proyek ini memiliki nilai investasi yang sangat besar, yakni mencapai US$38,69 miliar atau setara dengan Rp618,3 triliun. Seluruh proyek tersebut saat ini berada pada tahap pra-kelayakan (feasibility study/pra-FS).
Pengembangan dan penyempurnaannya akan dilanjutkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), lembaga investasi negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) yang dipimpin oleh Rosan Roeslani.
"Kalau kemudian Danantara sudah membiayai proyek ini, maka manfaat dan nilai tambahnya, insyaallah akan ada dalam negeri. Sehingga, tidak ada lagi dana transfer DHE kita yang keluar," jelas Bahlil dalam Penyerahan Dokumen Pra Studi Kelayakan Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Selasa (22/7).
Selama ini, lanjut Bahlil, banyak manfaat dari kebijakan hilirisasi lebih dirasakan oleh pihak luar negeri, terutama karena pembiayaannya sebagian besar berasal dari luar negeri. Ini seperti yang pernah disampaikan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan ekonom Faisal Basri.
Sebagai upaya menjawab kritik dan kekhawatiran tersebut, Bahlil berharap keterlibatan Danantara dapat melanjutkan penyempurnaan proyek-proyek tersebut. Hal ini melalui pembiayaan dari dalam negeri, sehingga manfaat ekonomi dari hilirisasi bisa sepenuhnya dinikmati oleh Indonesia.
"Selama ini betul hilirisasi itu tumbuh tapi sebagian manfaatnya diterima di luar. Kenapa di luar? Karena teknologinya kita pakai dari luar, pembiayaan perbankannya pun dari luar," kata Bahlil.
"Jadi, proyek-proyek ini sebagai jawaban dari masukan berbagai kalangan tokoh-tokoh bangsa, akademisi,' tambahnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menuturkan dengan pembiayaan dari dalam negeri dan kolaborasi teknologi dari luar negeri, proyek-proyek ini akan memberikan dampak ekonomi dalam negeri, termasuk penciptaan ratusan ribu lapangan kerja yang lebih luas dengan upah yang layak.
"Dengan adanya Danantara lewat pembiayaannya dari dalam, ditambah teknologinya dari luar, maka manfaat total nilai tambahnya itu semua berputar dalam negeri," pungkasnya.
(E-3)
Eksportir nasional akan menghadapi tantangan besar seiring kewajiban penempatan penuh Devisa Hasil Ekspor (DHE) di bank Himbara mulai 1 Januari 2026.
Pemerintah bakal meninjau dan mengubah kembali aturan Devisa Hasil Eskpor (DHE) atas komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Ketua Rumah Sawit Indonesia, Kacuk Sumarto, khawatir kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) akan mengganggu stabilitas harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit.
Revisi terbaru Peraturan Pemerintah (PP) Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) akan mampu memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pada perdagangan Kamis 23 Januari 2025, dibuka menguat 16 poin atau 0,10% menjadi Rp16.264 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.280 per dolar AS.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi memulai groundbreaking proyek hilirisasi fase I.
KRAS kini bergerak agresif sebagai tulang punggung yang mendukung sektor infrastruktur, manufaktur, serta pertumbuhan ekonomi nasional secara luas.
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menegaskan komitmennya dalam memajukan perindustrian nasional berbasis teknologi tinggi.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
HIMPUNAN Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan apresiasi dan menyambut baik arahan Presiden Republik Indonesia kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved