Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memperluas pangsa pasar global dan memenuhi permintaan konsumen di luar negeri, produsen obat herbal dan jamu PT Deltomed Laboratories mengekspor produk unggulannya, Antangin JRG Syrup, ke Taiwan. Negara ini dipilih karena potensi pasar obat herbalnya besar karena memiliki sebesar 300 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI). Ini berarti sekitar 1,3% dari total penduduk Taiwan yang berjumlah 23,5 juta jiwa.
"Jumlah TKI dan pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan merupakan salah satu dari lima negara dengan penempatan PMI terbanyak pada 2022. Gaji TKI/PMI sektor domestik di Taiwan pada 2022 sebesar NTD20.000 atau setara Rp9,9 juta. Daya beli yang tinggi ini menjadi sangat pontesial bagi market produk Deltomed. Mereka memiliki daya beli yang tinggi untuk produk-produk asli Indonesia seperti Antangin JRG Syrup," jelas Junius Rahardjo, Direktur Operasional PT Deltomed Laboratories, usai peresmian ekspor perdana, Rabu (8/2), di pabrik Deltomed di Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.
Menurut Junius, pada tahap pertama, produk yang diekspor ke Taiwan ialah Antangin JRG Syrup Sachet dengan kemasan khusus Taiwan yang berbahasa Mandarin. Adapun pada pengiriman ini akan dikirim satu kontainer dengan nilai Free On Board (FOB) sebesar Rp500 juta dari komitmen pertama senilai Rp1,5 miliar.
"Kontribusi sales ekspor saat ini memang masih relatif kecil, tetapi terus bertumbuh sesuai dengan bertambahnya negara tujuan ekspor, sehingga pasar ekspor ke Taiwan diharapkan meningkatkan value sales ekspor dan memberikan kontribusi sales ekspor yang besar bagi Deltomed pada tahun-tahun mendatang. Selain produk Antangin JRG Syrup, dalam waktu dekat juga akan diregistrasikan produk Antangin Habbatussauda Syrup, OB Herbal Syrup, dan Ziplong Eucalyptus Candy," paparnya.
Untuk produk ekspor ini, Chief Business Development and R&D PT Deltomed Laboratories Victor S. Ringoringo mengatakan, pihaknya menggandeng grup dagang antarnegara di Indonesia dan JS Group Asian Commodities, Co. Ltd. Taiwan. Nanti, jenis dan jumlah produk Deltomed yang akan diekspor tergantung pada permintaan dan potensi pasar di negara tujuan ekspor. "Deltomed memiliki product portfolio yang potensial untuk diekspor ke pasar Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan Amerika Utara," terang Victor.
Pada saat ini Deltomed juga sudah mengekspor dan memasarkan produk-produk inovatifnya ke barbagai negara tujuan ekspor, di antaranya Brunei Darussalam, Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Laos, Hong Kong, Taiwan, Yaman, Oman, Togo, Bulgaria, dan Hongaria. Deltomed, juga sedang melakukan persiapan registrasi untuk memperluas pasar di negara tujuan ekspor baru seperti Australia, Selandia Baru, Kanada, Nigeria, Bein Republic, Afrika Selatan, dan negara-negara Teluk.
Deltomed memiliki produk andalan seperti Antangin, OB Herbal, Kojima, Kuldon, Imugard, Tuntas, Rapet Wangi, Srongpas, Natur Slim, Ziplong, Tejahe, Herbamojo, Herbana, dan lainnya. Deltomed optimistis pasar obat herbal/jamu di Indonesia memiliki potensi pasar yang besar, ditandai dengan pertumbuhan pasar yang relatif tinggi dan stabil dalam tiga tahun terakhir, terutama pada periode pandemi covid-19. Demikian pula pasar ekspor global yang potensial bagi produk Deltomed, terutama di negara tujuan ekspor dengan TKI/PMI yang jumlahnya besar. (OL-14)
Tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsi herbal karena khawatir dapat memicu gangguan lambung.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved